Operasi Modifikasi Cuaca di Riau Selesai, 80 Ton Garam Disemai untuk Hujan Buatan

Pekanbaru (Riaunews.com) – Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di Provinsi Riau resmi berakhir pada 25 September 2026. Selama pelaksanaan sejak 30 Juli hingga 25 September, petugas telah menyemai sebanyak 80 ton garam di langit Riau.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, pelaksanaan OMC tersebut mendapat dukungan pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Kehutanan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Selama periode pelaksanaan OMC di Riau yakni mulai 30 Juli hingga 25 September, total garam yang telah disemai sebanyak 80 ton,” katanya.

Hujan Bantu Pemadaman Karhutla

Jim mengatakan, hujan telah turun di sejumlah wilayah Riau selama pelaksanaan OMC. Kondisi tersebut turut membantu upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sebelumnya melanda sejumlah daerah.

“Setelah pelaksanaan OMC di beberapa wilayah yang sebelumnya kering turun hujan. Hal tersebut juga cukup membantu proses pemadaman Karhutla,” sebutnya.

Saat ini, Riau dilaporkan nihil titik karhutla. Hujan juga telah turun hampir merata di wilayah tersebut, meski beberapa daerah masih diselimuti kabut asap.

Meski demikian, BPBD Damkar Riau tetap menyiagakan petugas dan memantau daerah rawan kebakaran untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.

Jim mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kondisinya memang sudah nihil, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga. Kami mengimbau masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan agar karhutla tidak kembali terjadi,” ujarnya.

Bengkalis Catat Luas Karhutla Terbesar

Berdasarkan data BPBD Damkar Riau, total luas lahan yang terbakar di provinsi tersebut mencapai 20.597,23 hektare. Kabupaten Bengkalis mencatat luas karhutla terbesar, yakni 8.569,25 hektare, disusul Kabupaten Pelalawan dengan 6.710,21 hektare.

Kabupaten Indragiri Hulu mencatat luas lahan terbakar 1.631,95 hektare, disusul Indragiri Hilir 1.381,54 hektare dan Kota Dumai 651,09 hektare.

Sementara itu, luas lahan terbakar di Kabupaten Rokan Hilir mencapai 445,47 hektare, Siak 429,72 hektare, Kepulauan Meranti 307,91 hektare, Kampar 171,67 hektare, Kuantan Singingi 129,32 hektare, Pekanbaru 106,73 hektare, dan Rokan Hulu 62,37 hektare.

BPBD Damkar Riau terus mengingatkan masyarakat untuk menjaga kewaspadaan meskipun titik karhutla saat ini dilaporkan nihil. Upaya pencegahan tetap diperlukan untuk menghindari kebakaran kembali meluas saat kondisi cuaca berubah.