Mahasiswa dan Pemuda Riau di Yogyakarta Dukung Pembentukan Provinsi Riau Pesisir

Spesial Riau19 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – Sejumlah pemuda dan mahasiswa asal Riau yang menempuh pendidikan di Yogyakarta menyatakan dukungan terhadap pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Riau Pesisir. Mereka juga berencana mengonsolidasikan gerakan mahasiswa dan pemuda Riau di sejumlah kota di Pulau Jawa untuk memperkuat dukungan terhadap pemekaran wilayah tersebut.

Pernyataan itu disampaikan seusai diskusi publik bertajuk “Memaknai Peradaban Bahari di Pesisir Riau” di Edirne Coffee, kawasan Kaliurang, Yogyakarta, Jumat (9/10/2026) malam.

“Kami, mahasiswa dan pemuda Riau di Yogyakarta, mendukung terbentuknya DOB Riau Pesisir,” kata Indra, salah seorang peserta diskusi.

Mahasiswa Riau di Pulau Jawa Akan Berkonsolidasi

Indra mengatakan, konsolidasi akan melibatkan mahasiswa dan pemuda Riau di sejumlah kota, antara lain Malang, Semarang, Surabaya, dan Jakarta. Upaya tersebut bertujuan memperkuat dukungan terhadap perjuangan Badan Pekerja Daerah Otonomi Baru Riau bagian Pesisir (BP DOB RP).

Seusai diskusi, peserta menunjuk Indra sebagai koordinator pergerakan pemuda dan mahasiswa untuk pembentukan Provinsi Riau Pesisir.

“Kita akan berkonsolidasi dengan pemuda dan mahasiswa Riau yang ada di Pulau Jawa untuk memperkuat perjuangan BP DOB RP,” ujarnya.

Diskusi tersebut menghadirkan Ketua Badan Pembentukan Daerah Otonomi Baru Riau Bagian Pesisir (BPDOB RP) Norhamsyah Abdul Wahab, praktisi ekonomi maritim Mahmuzin Taher, serta akademisi Prof. Anwar dan Prof. Afrinus Salam. Kegiatan itu juga diikuti sejumlah pemuda dan mahasiswa, termasuk perwakilan Ikatan Pelajar Yogyakarta komisariat Kota Dumai dan Kepulauan Meranti.

Lima Daerah Disebut Telah Memberikan Rekomendasi

Dalam pemaparannya, Norhamsyah menjelaskan perkembangan perjuangan pembentukan Provinsi Riau Pesisir. Ia menyebut pihaknya telah memperoleh rekomendasi dari lima pemerintah kabupaten dan kota beserta DPRD masing-masing, yakni Kota Dumai, Kabupaten Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, Bengkalis, dan Siak.

“Dan sebentar lagi, kita akan bertemu Plt. Gubernur Riau dan Ketua DPRD Riau untuk mematangkan perjuangan ini,” kata Norhamsyah.

Sementara itu, Mahmuzin Taher membahas dinamika ekonomi di kawasan Selat Malaka serta tantangan lingkungan di pesisir Riau, terutama abrasi pantai. Menurut dia, penguatan ekonomi masyarakat pesisir perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga lingkungan.

Ia menilai aktivitas ekonomi yang berkembang dapat mendorong masyarakat dan berbagai elemen untuk ikut menjaga kawasan pantai.

“Banyak kampung di pesisir Riau mengalami abrasi. Salah satu upaya yang perlu dilakukan adalah menghidupkan ekonomi pesisir sehingga masyarakat dan berbagai elemen ikut berperan menjaga bibir pantai dari abrasi,” ujarnya.

Diskusi tersebut menjadi ruang bagi pemuda dan mahasiswa Riau di Yogyakarta untuk membahas potensi maritim, tantangan pembangunan kawasan pesisir, serta gagasan pembentukan Provinsi Riau Pesisir.

Komentar