Pekanbaru (Riaunews.com) – Persoalan tiang dan kabel fiber optik (FO) yang semrawut di Kota Pekanbaru kembali mendapat sorotan DPRD. Anggota DPRD Pekanbaru Aidhil Nur Putra meminta penyedia layanan internet segera merapikan jaringan yang telah terpasang agar tidak membahayakan masyarakat dan mengganggu tata kota.
Aidhil mengatakan masih menerima aduan masyarakat terkait keberadaan tiang fiber optik di sejumlah kawasan. Bahkan, terdapat tiang jaringan internet yang berdiri di lahan atau pekarangan pribadi warga.
“Masih ada laporan masyarakat soal tiang kabel fiber optik ini. Tiang itu masih ada ditanam bukan di fasilitas umum, tapi di perumahan warga,” kata Aidhil, Senin (5/10/2026).
Tiang Fiber Optik Berdiri di Pekarangan Warga
Ketua Fraksi NasDem DPRD Pekanbaru itu mengatakan salah satu laporan datang dari masyarakat di Kecamatan Payung Sekaki. Berdasarkan aduan tersebut, tiang jaringan internet berdiri di pekarangan warga dan bukan pada fasilitas umum.
“Di Payung Sekaki ada laporan bahwa ada tiang masih ada di pekarangan warga bukan di fasilitas umum. Kita minta pihak penyedia internet itu untuk merapikan kabelnya,” ujarnya.
Menurut Aidhil, pemasangan tiang dan kabel yang tidak sesuai lokasi berpotensi merugikan masyarakat. Karena itu, penyedia jaringan internet diminta tidak hanya memperhatikan pemasangan jaringan, tetapi juga memastikan infrastruktur yang sudah terpasang tetap tertata dan tidak mengganggu lingkungan permukiman.
Pemko Diminta Rutin Awasi Jaringan Internet
Aidhil juga mendorong Pemerintah Kota Pekanbaru kembali mengintensifkan penertiban jaringan kabel internet. Pengawasan, menurutnya, tidak cukup hanya dilakukan di ruas jalan protokol, tetapi juga harus menyasar kawasan permukiman.
“Kita mendorong pemerintah untuk bisa melakukan agenda rutin kontrol mengawasi kabel internet yang terpasang di pemukiman supaya tidak mengganggu aktivitas dan tata kota,” pungkasnya.
Ia berharap penataan jaringan fiber optik dilakukan secara berkelanjutan sehingga keberadaan tiang dan kabel tidak mengganggu aktivitas warga serta tetap memperhatikan estetika tata kota Pekanbaru.
