Eric PSE Kembangkan Bisnis Reservasi Digital Velosita, Dorong UMKM Bangun Bisnis Travel Lebih Mudah

Jakarta (Riaunews.com) – Di tengah pertumbuhan industri perjalanan dan perubahan perilaku konsumen menuju layanan digital, kebutuhan terhadap sistem reservasi yang praktis dan fleksibel terus meningkat. Kondisi ini turut membuka peluang bagi pelaku UMKM dan pengusaha tour travel untuk mengembangkan bisnis melalui teknologi.

Peluang tersebut menjadi salah satu bidang yang dikembangkan Eric PSE, sosok yang dikenal melalui konten bertema penerbangan dan perjalanan. Selain aktivitasnya di media sosial, Eric juga tercatat terlibat dalam pengembangan bisnis travel dan sistem reservasi perjalanan digital melalui ekosistem perusahaan yang berkaitan dengan brand Velosita.

Melalui ekosistem tersebut, Eric mendorong transformasi bisnis agen tiket dan tour travel dari model konvensional menuju sistem digital. Konsep yang ditawarkan mencakup layanan B2B dan B2C, white label, berbagai produk perjalanan, serta skema Double Komisi melalui komisi NTA dan mark-up.

Dari Konten Penerbangan ke Pengembangan Ekosistem Bisnis Travel

Eric PSE Kembangkan Bisnis Reservasi Perjalanan Digital

Profil profesional Eric PSE yang tersedia secara publik mencantumkan keterlibatannya sebagai founder di sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang travel, reservasi, dan teknologi. Di antaranya PT Graha Lintas Persada, PT Graha Tiket Indonesia, PT Graha Travel Indonesia, serta PT Graha Wisata Indonesia.

Sejumlah perusahaan tersebut berkaitan dengan brand Velosita, yang mengembangkan sistem reservasi perjalanan dengan konsep auto pilot B2C dan B2B.

Velosita menyediakan sistem yang memungkinkan mitra mengelola berbagai transaksi perjalanan dalam satu platform. Produk yang ditawarkan antara lain tiket pesawat domestik dan internasional, kereta api, hotel, tiket kapal PELNI, Dharma Lautan Utama, shuttle travel, tiket bus, tiket wisata, hingga berbagai layanan transaksi digital lainnya.

Sistem tersebut menyasar berbagai kelompok usaha, mulai dari UMKM, reseller tiket, agen perjalanan pemula, biro travel hingga pengusaha tour travel. Mitra dapat mengakses sistem melalui komputer maupun smartphone selama tersedia koneksi internet.

Konsep tersebut juga memungkinkan pelaku usaha menjalankan bisnis tanpa harus memiliki kantor besar. Agen dapat mengembangkan usaha dari rumah, kantor kecil, loket, toko, maupun melalui kanal digital seperti media sosial dan website.

Selain menyediakan kanal B2B, Velosita juga menawarkan fasilitas B2C. Mitra dapat memperoleh website booking dengan konsep booking tanpa login dan sistem auto pilot atau auto issued yang terhubung dengan sistem agen. Pada level tertentu, fasilitas tersebut juga mencakup aplikasi B2C di Google Playstore menggunakan nama atau brand travel milik mitra.

White Label dan Multi-Transaksi untuk UMKM

Salah satu fasilitas yang ditawarkan Velosita adalah konsep white label. Melalui fasilitas ini, pelaku usaha dapat menggunakan identitas bisnis sendiri pada sejumlah elemen layanan, termasuk logo, etiket, invoice, dan website B2C.

Fasilitas tersebut memungkinkan pemilik usaha membangun identitas merek sekaligus mengembangkan hubungan langsung dengan pelanggan. Dengan demikian, pelaku usaha tidak sekadar bertindak sebagai reseller, tetapi dapat membangun positioning bisnis travel dengan brand sendiri.

Velosita juga mengembangkan konsep multi-transaksi. Selain tiket pesawat, mitra dapat menawarkan produk kereta api, hotel, kapal, bus, shuttle travel, tiket wisata, pulsa dan kuota, PLN, pembayaran tagihan, multifinance, BPJS, PDAM, serta layanan PPOB lainnya.

Dengan cakupan tersebut, agen dapat mengembangkan usaha dari sekadar penjualan tiket pesawat menjadi pusat layanan perjalanan dan transaksi digital di tingkat lokal.

Bagi pelaku usaha yang sebelumnya menerima pesanan melalui WhatsApp, Facebook, Instagram, atau loket, sistem digital tersebut dapat menjadi sarana untuk membangun proses bisnis yang lebih terstruktur.

Double Komisi Buka Ruang bagi Agen Mengatur Margin

Salah satu konsep yang ditonjolkan dalam ekosistem Velosita adalah Double Komisi, yakni kombinasi komisi NTA dan komisi mark-up.

Komisi NTA merupakan bagian komisi yang diperoleh agen berdasarkan skema keagenan. Sementara itu, mark-up merupakan margin tambahan yang dapat ditentukan agen sesuai ketentuan sistem dan kondisi pasar.

Informasi pada situs resmi Graha Group menyebut besaran komisi NTA dapat dipengaruhi sejumlah faktor, seperti level keagenan, maskapai, harga tiket, rute penerbangan, dan karakteristik penerbangan.

Melalui kombinasi tersebut, agen memiliki dua komponen yang dapat menjadi sumber margin dalam transaksi. Namun, pendapatan aktual tetap bergantung pada volume transaksi, produk yang dijual, level keagenan, strategi pemasaran, serta kemampuan agen membangun dan mempertahankan pelanggan.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya Velosita memberikan perangkat bisnis kepada pengusaha travel, bukan sekadar menyediakan akses pembelian tiket.

Bagi UMKM, kemudahan memulai bisnis juga menjadi salah satu aspek yang ditawarkan. Materi resmi Velosita menyebut bisnis dapat dijalankan dari rumah dengan dukungan pemasaran secara offline maupun online. Sistem dapat diakses melalui laptop atau smartphone menggunakan browser selama tersedia koneksi internet.

Model ini membuka ruang bagi mahasiswa, karyawan, ibu rumah tangga, reseller, pemilik toko, dan pelaku UMKM untuk menjadikan bisnis perjalanan sebagai salah satu lini usaha.

Meski demikian, keberadaan sistem tidak otomatis menjamin keberhasilan usaha. Pemasaran, pelayanan, kemampuan membangun pelanggan, konsistensi, serta strategi pengelolaan bisnis tetap menjadi tanggung jawab masing-masing mitra.

Jaringan Perusahaan dan Pengembangan Velosita

Ekosistem Velosita juga berkaitan dengan sejumlah badan usaha yang bergerak dalam sektor perjalanan dan teknologi reservasi.

PT Graha Lintas Persada tercantum dalam informasi legalitas yang berkaitan dengan ekosistem Velosita. Dalam dokumen SK Kementerian Hukum dan HAM RI dan akta pendirian perseroan yang disebut dalam materi tersebut, Eric PSE tercatat sebagai founder PT Graha Lintas Persada dengan keterangan mengenai brand Velosita dan sistem reservasi travel B2C serta B2B.

Sementara itu, PT Graha Tiket Indonesia menyediakan informasi mengenai sistem keagenan, paket kemitraan, layanan reservasi, dan fasilitas agen. Dalam dokumen legalitas yang disebutkan, Eric PSE juga tercatat sebagai founder PT Graha Tiket Indonesia dengan brand Velosita dan pengembangan sistem reservasi B2B/B2C.

PT Graha Travel Indonesia turut tercantum dalam materi legalitas dan informasi resmi ekosistem Velosita. Dokumen yang disebut dalam materi tersebut mencatat Eric PSE sebagai founder PT Graha Travel Indonesia.

Untuk entitas Graha Wisata, sumber resmi yang menjadi rujukan menggunakan nama PT Graha Wisata Indonesia. Situs perusahaan mencantumkan informasi badan usaha, legalitas, dan keterkaitannya dengan pengembangan bisnis Velosita. Eric PSE tercatat sebagai komisaris utama pada perusahaan tersebut.

Sementara itu, materi dari Dewisata menyebut PT Graha Wisata Indonesia Maju bergerak di bidang penjualan tiket pesawat domestik dan internasional. Materi tersebut juga menyebut pengembangan sistem terpadu Travel Online Sistem Tiketing Agensi (VELOSITA) sejak 2016.

Rangkaian informasi tersebut menunjukkan pengembangan Velosita sebagai sistem yang tidak hanya berfungsi untuk reservasi, tetapi juga mendukung jaringan agen dan pengembangan bisnis perjalanan secara digital.

Pada akhirnya, teknologi menjadi alat untuk membantu pelaku usaha memperluas layanan dan membangun kanal penjualan sendiri. Agen lokal dapat menawarkan berbagai produk perjalanan, sementara biro travel konvensional dapat menambah kanal B2C dan membangun identitas digital.

Dalam konteks tersebut, aktivitas Eric PSE melalui ekosistem Velosita memperlihatkan upaya mengembangkan teknologi sebagai bagian dari infrastruktur bisnis bagi agen perjalanan dan pelaku UMKM.

Popularitas Eric melalui konten penerbangan menjadi salah satu pintu bagi masyarakat untuk mengenal dunia aviasi dan perjalanan. Sementara melalui bisnis travel digital, ia mengembangkan sisi lain dari industri tersebut, yakni peluang usaha yang berada di balik aktivitas perjalanan.

Dengan dukungan B2B, B2C, white label, Double Komisi, multi-transaksi, website booking, dan berbagai produk perjalanan, Velosita menawarkan perangkat yang dapat digunakan pengusaha untuk membangun bisnis travel dengan identitas mereka sendiri.

Bagi pelaku UMKM dan pengusaha tour travel, pendekatan tersebut menempatkan teknologi sebagai sarana untuk memperluas akses terhadap bisnis perjalanan, sekaligus membantu mereka membangun layanan yang lebih terstruktur dan sesuai dengan perubahan perilaku konsumen.