Pekanbaru (Riaunews.com) – Kabut asap dampak Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah Kota Pekanbaru hingga Jumat (18/9/2026). Kondisi kualitas udara juga masih berada dalam kategori tidak sehat.
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama kelompok rentan yang lebih berisiko terdampak paparan kabut asap.
Agung mengatakan, meski tidak terdapat titik api atau hotspot di wilayah Pekanbaru, masyarakat tetap tidak boleh lengah. Ia juga mengingatkan warga tidak melakukan pembakaran sembarangan yang dapat memicu kebakaran lahan.
Kelompok Rentan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar
Agung meminta kelompok rentan, seperti balita, anak-anak, dan masyarakat yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, lebih berhati-hati menghadapi kondisi udara yang tidak sehat.
“Kami juga mengingatkan kepada kelompok rentan, balita, anak-anak yang juga memiliki penyakit komorbid agar berhati-hati,” kata Agung.
Menurutnya, masyarakat, khususnya kelompok rentan, perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih belum membaik. Langkah tersebut untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
21 Puskesmas Siaga Tangani Dampak Asap
Pemko Pekanbaru memastikan layanan kesehatan tetap tersedia bagi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kondisi udara. Sebanyak 21 Puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada warga terdampak kabut asap.
Masyarakat diminta segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat jika mulai mengalami gangguan kesehatan.
“Kami menyediakan masker, vitamin, hingga obat-obatan serta peralatan penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA),” ujarnya.
Agung menegaskan perlindungan kesehatan masyarakat menjadi perhatian utama Pemko Pekanbaru di tengah kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik.
“Warga bisa ke Puskesmas untuk mendapatkan masker. Karena kesehatan adalah yang nomor satu,” pungkasnya.







Komentar