Pekanbaru (Riaunews.com) – Jumlah titik panas atau hotspot di Provinsi Riau kembali meningkat. Berdasarkan pemantauan BMKG Pekanbaru, sebanyak 61 titik panas terdeteksi di wilayah Riau pada Minggu (4/10/2026).
Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menjadi daerah dengan sebaran hotspot terbanyak, yakni 51 titik. Titik panas tersebut terdeteksi di Kecamatan Concong, Kuala Indragiri, Kateman dan Mandah.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru Elisa JS Kedang mengatakan Kabupaten Pelalawan terpantau memiliki delapan hotspot, sedangkan Kuantan Singingi dua titik.
“Sementara itu, Kabupaten Pelalawan terpantau memiliki 8 titik panas dan Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak 2 titik,” ujar Elisa.
Dengan jumlah tersebut, Inhil menyumbang lebih dari 80 persen dari total hotspot yang terdeteksi di Riau.
32 Hotspot Riau Masuk Level Kepercayaan Tinggi
Elisa mengatakan dari 61 hotspot yang terdeteksi di Riau, sebanyak 32 titik berada pada tingkat kepercayaan (confidence level) tinggi. Titik-titik tersebut diduga kuat merupakan titik api atau berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sementara itu, lima hotspot berada pada tingkat kepercayaan sedang dan 24 titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan rendah.
Kondisi tersebut menunjukkan sebagian titik panas yang terdeteksi perlu mendapat perhatian, terutama di wilayah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Inhil.
Sumsel Catat Hotspot Terbanyak di Sumatera
Secara keseluruhan, BMKG mencatat 2.471 titik panas di wilayah Sumatera. Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.820 titik.
Berikut sebaran hotspot di sejumlah wilayah Sumatera:
- Sumatera Selatan: 1.820 titik
- Bangka Belitung: 408 titik
- Lampung: 126 titik
- Jambi: 46 titik
- Riau: 61 titik
- Sumatera Utara: 4 titik
- Kepulauan Riau: 4 titik
- Bengkulu: 2 titik
