Impor Riau Semester I 2026 Melonjak 129,86 Persen, Didorong Kenaikan Impor Nonmigas

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat nilai impor Riau sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai US$1,875 miliar atau meningkat 129,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan tersebut terutama ditopang lonjakan impor nonmigas, dengan Prancis menjadi negara asal impor terbesar dan komoditas kapal terbang beserta bagiannya mencatat peningkatan paling signifikan.

Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Provinsi Riau, Dr. Fitri Hariyanti, SST MM, mengatakan nilai impor nonmigas selama semester I 2026 mencapai US$1,797 miliar atau naik 134,75 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, impor migas tercatat sebesar US$77,26 juta atau meningkat 54,77 persen. “Total nilai impor Riau Januari hingga Juni 2026 mencapai US$1,875 miliar atau naik 129,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan impor nonmigas maupun migas,” ujarnya saat merilis Berita Resmi Statistik (BRS) BPS Riau, Senin (3/8/2026).

Prancis Jadi Pemasok Terbesar

Fitri menjelaskan, Prancis menjadi pemasok terbesar impor nonmigas Riau dengan nilai mencapai US$784,44 juta atau berkontribusi 43,63 persen terhadap total impor nonmigas. Posisi berikutnya ditempati Tiongkok sebesar US$195,86 juta atau 10,89 persen dan Vietnam sebesar US$143,45 juta atau 7,98 persen. Sementara itu, kontribusi impor nonmigas dari kawasan ASEAN mencapai US$329,89 juta atau 18,35 persen, sedangkan Uni Eropa menyumbang US$913,75 juta atau 50,83 persen dari total impor nonmigas Riau.

Menurutnya, peningkatan impor dari Prancis menjadi yang paling mencolok dengan kenaikan mencapai US$781,35 juta atau 25.306,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, impor dari Tiongkok meningkat US$66,92 juta atau 51,89 persen, sedangkan Vietnam naik US$54,82 juta atau 61,85 persen.

Kapal Terbang Dominasi Kenaikan Impor

Dari sisi komoditas, golongan kapal terbang dan bagiannya menjadi penyumbang kenaikan impor terbesar dengan nilai mencapai US$779,41 juta atau melonjak 54.918,49 persen dibandingkan Januari–Juni 2025. Selain itu, impor kayu dan barang dari kayu meningkat US$82,83 juta, mesin serta peralatan listrik naik US$58 juta, pupuk bertambah US$37,49 juta, bahan kimia anorganik naik US$26,96 juta, bahan kimia organik meningkat US$24,60 juta, garam, belerang, dan kapur naik US$15,85 juta, serta gandum-ganduman bertambah US$11,27 juta.

Di sisi lain, dua kelompok komoditas mengalami penurunan, yakni bubur kayu (pulp) yang turun US$28,69 juta atau 30,28 persen serta mesin-mesin dan pesawat mekanik yang berkurang US$1,32 juta atau 1,61 persen. BPS juga mencatat nilai impor Riau pada Juni 2026 sebesar US$247,18 juta atau meningkat 77,05 persen dibandingkan Juni 2025. Berdasarkan golongan penggunaan barang, barang modal menjadi penyumbang terbesar impor Riau selama Januari–Juni 2026 dengan nilai US$937,66 juta atau 50,01 persen dari total impor, disusul bahan baku dan penolong sebesar US$933,65 juta atau 49,79 persen, sementara barang konsumsi hanya mencapai US$3,69 juta atau sekitar 0,20 persen dari total impor.