Kafilah Inhu Disambut Hangat, Bupati Apresiasi Lonjakan Prestasi di MTQ Riau

Inhu, Seputar Islam51 Dilihat

Indragiri Hulu (Riaunews.com) – Suasana hangat mewarnai penyambutan kafilah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) usai mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-44 Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Penyambutan dipimpin langsung Bupati Inhu Ade Agus Hartanto bersama istrinya, Suci Rahmiani, di pendopo depan rumah dinas bupati, Sabtu (4/7/2026).

Dalam kesempatan itu, sejumlah perwakilan kafilah menyampaikan apresiasi kepada Bupati atas dukungan yang diberikan sejak masa persiapan hingga pelaksanaan MTQ. Mereka menilai perhatian pemerintah daerah menjadi penyemangat sehingga Inhu mampu meningkatkan prestasi, dari peringkat ke-12 pada tahun sebelumnya menjadi peringkat keempat pada MTQ tahun ini.

Kafilah Apresiasi Dukungan Pemerintah

Salah seorang peserta, Fajirianto, peraih juara II cabang tilawah tuna netra asal Desa Pematang Jaya, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan pemerintah daerah kepada seluruh peserta.

“Terima kasih Pak Bupati yang telah mendoakan dan mensuport kami sehingga kami bisa membawa hasil terbaik. Semoga bapak ibu selalu dalam perlindungan Allah SWT,” ujar Fajirianto.

Ucapan senada juga disampaikan perwakilan kafilah lainnya. Mereka mengaku merasakan langsung perhatian pemerintah daerah, mulai dari proses pembinaan hingga pelaksanaan perlombaan di tingkat provinsi.

Bupati Sebut Prestasi Hasil Kerja Tim

Bupati Ade Agus Hartanto mengapresiasi kerja keras seluruh kafilah yang telah mengharumkan nama Kabupaten Inhu di ajang MTQ Provinsi Riau. Menurutnya, peningkatan prestasi tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang terlibat.

“Tentu ini merupakan buah dari kerja tim. Saya hanya bisa memberikan support system dan mendengarkan apa masalah kita, padahal kita memiliki potensi,” kata Ade.

Ia mengungkapkan, dalam beberapa tahun terakhir Inhu hampir tidak pernah menembus lima besar MTQ Provinsi Riau, bahkan pada tahun lalu berada di peringkat terakhir. Karena itu, pencapaian peringkat keempat menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan secara serius mampu menghasilkan prestasi.

“Alhamdulillah, hari ini tantangan itu kita jawab bahwa jika sesuatu diurusi secara benar-benar maka ini menghasilkan yang baik,” ujarnya.

Meski demikian, Ade menegaskan pemerintah daerah tidak menjadikan perolehan peringkat sebagai target utama. Menurutnya, yang lebih penting adalah membangun pembinaan Al-Qur’an secara berkelanjutan sehingga melahirkan qari dan qariah yang berkualitas serta berakhlak baik.