Karhutla di Indragiri Hulu Mulai Terkendali, Tim Gabungan Fokus Tahap Pendinginan

Inhu, Lingkungan23 Dilihat

Indragiri Hulu (Riaunews.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kelurahan Sekip Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu, mulai menunjukkan perkembangan positif setelah tiga hari proses pemadaman. Kepulan asap tebal yang sebelumnya terlihat kini hanya tersisa asap tipis di sejumlah titik, menandakan api mulai berhasil dikendalikan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kondisi di Sekip Hilir terus membaik berkat upaya pemadaman intensif yang dilakukan tim gabungan dari darat maupun udara. Menurutnya, apabila kondisi tetap stabil, penanganan di lokasi tersebut berpeluang dituntaskan dalam waktu dekat.

“Di Sekip Hilir pemadaman sudah memasuki hari ketiga. Siang tadi memang sempat muncul asap cukup tebal, tetapi menjelang sore kondisinya jauh lebih baik dan hanya tersisa asap tipis di bagian ujung lokasi. Kalau kondisi tetap seperti ini, kami optimistis besok penanganannya bisa dituntaskan,” ujar Ferdian, Senin (29/6/2026).

Tim Gabungan Lanjutkan Pendinginan

Sementara itu, penanganan karhutla di Sungai Raya, Kecamatan Rengat, juga menunjukkan kemajuan. Memasuki hari kedua operasi, tim gabungan berhasil menguasai seluruh perimeter area terbakar sehingga tahap penanganan kini difokuskan pada proses pendinginan (mopping up) untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.

Ferdian menjelaskan keberhasilan pengendalian karhutla tidak lepas dari kolaborasi Manggala Agni bersama BPBD, TNI, Polri, serta Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan. Operasi juga didukung dua helikopter water bombing Satgas Udara yang menyiram titik-titik api di lokasi yang sulit dijangkau.

Meski kondisi di lapangan semakin terkendali, tim gabungan tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar patroli darat dan udara guna mengantisipasi munculnya titik api baru. Masyarakat juga diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar karena pencegahan dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menekan risiko karhutla.