Rupiah Melemah 79 Poin dalam Sepekan, Berpotensi Tertekan Lagi Pekan Depan

Pekanbaru (Riaunews.com) – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah 79 poin atau 0,4 persen sepanjang periode perdagangan 22-26 Juni 2026. Pelemahan tersebut memicu kekhawatiran terhadap prospek pergerakan rupiah pada perdagangan pekan depan.

Pada penutupan perdagangan akhir pekan, kurs rupiah berada di level Rp17.922 per dolar AS, turun dibandingkan posisi pekan sebelumnya yang berada di Rp17.843 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memperkirakan rupiah masih berpotensi mengalami tekanan pada perdagangan pekan depan. Ia memproyeksikan mata uang Garuda bergerak di kisaran Rp17.880 hingga Rp18.100 per dolar AS.

Menurut Ibrahim, tekanan terhadap rupiah tidak terlepas dari potensi penguatan indeks dolar AS yang diperkirakan kembali bergerak menuju level 102.

“Dolar AS dalam sepekan ke depan kemungkinan besar akan diperdagangkan di kisaran 100.600, kemudian level resistance-nya berada di 102.100. Jadi ada peluang indeks dolar AS menguat cukup tajam,” ujarnya.

Sentimen Global Masih Mendominasi

Ibrahim menjelaskan penguatan dolar AS diperkirakan dipengaruhi sejumlah sentimen global, terutama meningkatnya ketegangan geopolitik dan pergerakan harga minyak mentah dunia.

Menurutnya, situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah militer Iran dilaporkan menembak sebuah kapal tanker. Di saat yang sama, konflik di Eropa Timur juga masih berlanjut seiring meningkatnya serangan Rusia ke ibu kota Ukraina, Kyiv.

Selain faktor geopolitik, Ibrahim memperkirakan harga minyak mentah dunia pada sepekan mendatang akan bergerak di kisaran US$64,5 hingga US$75,1 per barel. Perkembangan harga minyak tersebut diperkirakan turut memengaruhi sentimen pasar keuangan global, termasuk pergerakan nilai tukar rupiah.