Pemprov Riau Gandeng 24 Perusahaan Perbaiki Jalan Simpang Minas–Simpang Tualang Timur

Siak34 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau melibatkan 24 perusahaan dalam percepatan perbaikan ruas Jalan Simpang Minas–Simpang Pemda–Simpang Tualang Timur, Kabupaten Siak. Kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan kerusakan jalan yang menjadi jalur utama mobilitas industri di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau, Zulfahmi, mengatakan Dinas PUPR-PKPP menangani perbaikan sepanjang 1 kilometer, sedangkan sisa pekerjaan dikerjakan melalui dukungan 24 perusahaan yang dibagi ke dalam empat klaster.

“Dinas PUPR-PKPP Riau melakukan penanganan sepanjang 1 kilometer dari total kerusakan jalan Simpang Minas-Simpang Pemda-Simpang Tualang Timur itu. Sisanya kami menggandeng pihak swasta,” kata Zulfahmi, Sabtu (27/6/2026).

Perbaikan Gunakan Rigid Beton, Nilai Investasi Capai Rp28 Miliar

Zulfahmi menjelaskan, perbaikan dilakukan menggunakan konstruksi rigid pavement atau beton kaku untuk meningkatkan daya tahan jalan yang setiap hari dilalui kendaraan pengangkut kelapa sawit, kayu, serta arus logistik dari kawasan industri Perawang menuju Jalur Lintas Timur.

Sebanyak 24 perusahaan dibagi dalam empat klaster, yakni Klaster Migas yang dikoordinasikan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Klaster Perkayuan oleh PT Arara Abadi, Klaster Sawit oleh PT Surya Inti Raya, dan Klaster Transporter oleh PT Pelindo. Masing-masing klaster bertanggung jawab memperbaiki sekitar 700 meter ruas jalan, dengan sebagian pekerjaan dimulai pada Agustus dan Oktober 2026.

Menurut Zulfahmi, pekerjaan yang dibiayai Dinas PUPR-PKPP telah dimulai sejak Juni 2026 dari titik setelah pintu keluar tol dan ditargetkan selesai pada Desember mendatang. Total panjang jalan yang akan diperbaiki tahun ini mencapai 3,4 kilometer, sedangkan sisanya akan dilanjutkan pada 2027. Perbaikan rigid beton sepanjang 1 kilometer membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar, sementara kontribusi investasi dari 24 perusahaan diperkirakan mencapai Rp28 miliar.

“Kita memang mengharapkan kolaborasi seperti itu. Terima kasih kepada perusahaan yang telah menjalin kerja sama ini. Ke depannya akan terus kita tingkatkan,” ujar Zulfahmi.

Komentar