MES DIY Dorong Pengembangan Komitmen Kawasan Halal di Dua Kalurahan Yogyakarta

Daerah31 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur terus mendorong pengembangan ekosistem halal melalui program Komitmen Kawasan Halal (KKH). Program ini menjadi upaya mempersiapkan suatu kawasan agar memenuhi berbagai standar halal, mulai dari Kawasan Halal Industri (KIH), Kuliner Halal Aman dan Sehat (KHAS), hingga Wisata Ramah Muslim.

Ketua Departemen Industri Halal MES DIY, Rika Fatimah P.L., menjelaskan KKH merupakan inovasi berbasis gotong royong yang tidak hanya berfokus pada sertifikasi produk, tetapi juga memperkuat tata kelola kawasan, meningkatkan kualitas layanan, memberdayakan pelaku UMKM, serta mengembangkan sumber daya manusia.

“Komitmen Kawasan Halal diwujudkan melalui penyediaan produk, layanan, dan fasilitas yang sesuai prinsip halal, sekaligus memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan, khususnya wisatawan Muslim,” kata Rika di Sleman, belum lama ini.

Sasar Dua Kalurahan dan Jadi Bagian Road to Jogja Halal Festival

Rika menjelaskan, pada 2026 program KKH dilaksanakan bekerja sama dengan Departemen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Departemen Industri Halal MES DIY. Program ini menyasar dua kawasan utama, yakni Kalurahan Wukirsari di Kabupaten Bantul dan Kalurahan Kalasan di Kabupaten Sleman.

Menurutnya, Kalurahan Wukirsari dipilih karena telah mengimplementasikan Model G2R Tetrapreneur melalui pendampingan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (DPMKKPS).

Program tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian Road to Jogja Halal Festival (JHF) #3. MES DIY menggandeng Program Master of Business Administration (MBA) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) Kampus Jakarta dalam penyusunan video edukasi publik serta analisis KKH menggunakan pendekatan Operations and Technology Management (OTM) dan G2R Tetrapreneur.

Selain itu, KKH turut diterapkan pada program Napak Tilas Kyai Haji Ahmad Dahlan yang digagas oleh Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Rika berharap kolaborasi lintas pemangku kepentingan tersebut dapat menghasilkan karya edukatif yang bermanfaat sebagai sarana promosi potensi desa, penguatan syiar halal, serta pengembangan model kewirausahaan berbasis gotong royong khas Indonesia.

“Diharapkan ikhtiar sederhana ini dapat membantu edukasi masyarakat luas sebagai media promosi keilmuan lintas stakeholder dan perencanaan model wirausaha asli Indonesia,” tutupnya.

Komentar