Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mendeteksi sebanyak 19 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau berdasarkan pemantauan satelit hingga Minggu (14/6/2026) pukul 23.00 WIB. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera bersama beberapa provinsi lainnya.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir Prayuna, mengatakan sebaran titik panas terbanyak berada di Kabupaten Siak dengan tujuh titik dan Kabupaten Kampar sebanyak lima titik. Selain itu, tiga titik terdeteksi di Kabupaten Pelalawan, dua titik di Kota Dumai, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Bengkalis dan Kuantan Singingi.
Secara keseluruhan, BMKG mencatat sebanyak 72 titik panas di Pulau Sumatera. Sebarannya meliputi Aceh empat titik, Bengkulu satu titik, Jambi 13 titik, Lampung satu titik, Sumatera Barat tujuh titik, Sumatera Selatan 13 titik, Sumatera Utara satu titik, Bangka Belitung 13 titik, dan Riau 19 titik.
Yasir mengatakan BMKG terus memantau perkembangan titik panas sebagai bagian dari upaya deteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama saat sejumlah wilayah mulai memasuki musim kemarau.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, khususnya di daerah yang terdeteksi memiliki titik panas guna mencegah terjadinya karhutla.
Menurut BMKG, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak terhadap kualitas udara, kesehatan, dan aktivitas masyarakat di Provinsi Riau.
