Pekanbaru (Riaunews.com) – Polemik terkait cara Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegur sejumlah pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan mendapat sorotan dari pengamat hukum Zulwisman.
Menurutnya, perhatian publik seharusnya tidak lagi terfokus pada cara atau lokasi teguran disampaikan, melainkan pada substansi persoalan yang diungkapkan.
“Jangan fokus pada tempat dan cara pimpinan menegur bawahan. Karena itu sudah terjadi di depan khalayak dan terliput media, maka mengharapkan Plt Gubri untuk bertindak lebih elegan tak relevan lagi,” kata Zulwisman, Kamis (28/5/2026).
Ia menilai persoalan dugaan penyimpangan di sektor pendidikan harus segera ditindaklanjuti secara serius oleh pengawas internal pemerintah.
Menurutnya, praktik korupsi di lingkungan pemerintahan telah menjadi persoalan berkepanjangan yang membutuhkan respons cepat dan transparan.
“Yang perlu disadari bersama adalah korupsi sudah menjadi bencana berkepanjangan di negeri ini. Pesan Plt Gubri harus ditindaklanjuti oleh Inspektorat sebagai pengawas internal maupun oleh Disdik secara cepat, tepat dalam dimensi transparansi dan akuntabel,” ujarnya.
Minta Inspektorat Tindaklanjuti
Zulwisman menyebut pernyataan SF Hariyanto di ruang publik seharusnya dipandang sebagai bentuk instruksi kerja kepada Inspektorat untuk melakukan pendalaman.
“Perintah Plt Gubri harus dipandang oleh Inspektorat sebagai perintah tersirat,” tegasnya.
Sebelumnya, SF Hariyanto meminta seluruh kepala sekolah di Riau fokus pada tugas pendidikan dan tidak terlibat dalam urusan proyek maupun pembangunan fisik sekolah.
Ia menegaskan tugas utama tenaga pendidik adalah meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan mengurus proyek.
“Karena tugas utama Dinas Pendidikan dan guru adalah mengajar, bukan sibuk mencari proyek ke proyek. Akibat sibuk mengurusi proyek, perhatian terhadap kurikulum pendidikan menjadi hilang sama sekali,” kata SF Hariyanto.
Selain itu, ia mengaku telah mencopot sejumlah pejabat pendidikan berdasarkan laporan dan hasil evaluasi internal terkait dugaan pelanggaran aturan.
“Saya titip pesan kepada para Kepala Sekolah, jangan sekali-sekali main proyek. Jaga integritas kita, malu kita kepada masyarakat,” pungkasnya.
