526 Rumah di Empat Kecamatan Kuansing Terdampak Banjir Luapan Sungai Kuantan

Kuansing, Lingkungan37 Dilihat

Kuantan Singingi (Riaunews.com) – Sebanyak 526 rumah warga di empat kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) sempat terdampak banjir akibat luapan Sungai Kuantan pada Kamis (14/5/2026) hingga Jumat (15/5/2026).

Empat kecamatan yang terdampak yakni Kecamatan Pangean, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang dan Inuman. Selain rumah warga, sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, musala, puskesmas hingga kantor desa juga ikut terendam.

Kepala BPBD Kuansing, H Yulizar mengatakan, saat ini kondisi banjir sudah surut. Namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi kenaikan debit air susulan.

“Sempat ada ratusan rumah dan fasilitas umum di empat kecamatan di Kuansing terdampak banjir. Kami mencatat 526 rumah, empat musala, empat unit sekolah, satu puskesmas dan satu kantor desa terdampak banjir,” ujar Yulizar.

Kecamatan Inuman Jadi Wilayah Terbanyak Terdampak

Yulizar menjelaskan, Kecamatan Pangean menjadi wilayah yang pertama terdampak luapan Sungai Kuantan. Di Desa Pangit tercatat 15 rumah, satu sekolah dan satu musala terdampak banjir. Kemudian di Desa Pulau Deras terdapat 50 rumah dan satu puskesmas yang terendam.

Selain itu, Desa Pembatang terdampak 25 rumah dan Desa Padang Kunyit sebanyak 70 rumah. Total di Kecamatan Pangean tercatat 160 rumah, satu musala, satu sekolah dan satu puskesmas terdampak banjir.

Di Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, banjir merendam 55 rumah warga dan satu musala yang tersebar di Desa Pelukahan, Pulau Baru, Lombok dan Pulau Beralo.

Sementara di Kecamatan Kuantan Hilir, banjir merendam 48 rumah warga dan satu kantor desa, masing-masing berada di Desa Pulau Kijang dan Desa Kampung Tengah.

Kecamatan Inuman menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Sebanyak 263 rumah warga terdampak banjir yang tersebar di Desa Pulau Busuk, Pulau Sipan, Seberang Pulau Busuk dan Pulau Busuk Jaya. Selain itu, tiga sekolah dan dua musala juga ikut terdampak.

“Meski air sudah jauh surut dan aman dari permukiman warga, masyarakat tetap diminta waspada. Relawan bencana di kecamatan juga terus memantau kondisi di lapangan,” tutupnya.

Komentar