Palestina Butuh Persatuan Umat Islam Seluruh Dunia

Internasional, Opini33 Dilihat

Oleh  Sri Lestari, ST

Berita Palestina kini semakin meredup. Seolah Palestina sudah tidak lagi diserang. Padahal hingga saat ini Palestina masih berada pada target serangan Zionis. Dari berita yang dilaporkan Radio Angkatan Darat Israel, Israel telah memperluas wilayah pendudukan di Jalur Gaza, Palestina, hingga 59 persen wilayah tersebut dan Zionis tengah mempersiapkan kemungkinan dimulainya kembali genosida di wilayah kantong Palestina.

Sejak Oktober 2023 genosida Israel telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina, serta melukai lebih dari 172.000 orang. Serangan itu juga menyebabkan kehancuran Jalur Gaza yang terkepung otoritas Israel. Serangan Zionis menyasar semua kalangan mulai dari anak-anak, perempuan dan orang dewasa. Realita yang memilukan banyak anak-anak Palestina yang tubuhnya di amputasi akibat perang. Gaza juga menjadi tempat paling mematikan bagi Jurnalis. Sejak 7 Oktober 2023 sebanyak 300 Jurnalis yg tewas.

Meskipun telah dibuat kesepakatan gencatan senjata, namun kesepakatan itu diabaikan. Bahkan Zionis terus melakukan serangan. Serangan yang dilakukan tidak terlepas dari dukungan politik, militer dan keuangan dari Amerika. Serangan terus dilakukan untuk memperluas wilayah kekuasaan Zionis. Dari serangan yang dilakukan anak-anak menjadi korban. Bahkan untuk membungkam kejahatan Zionis, Jurnalis juga menjadi target untuk ditiadakan.

Melihat kejahatan dan kebrutalan Zionis melakukan penyerangan seharusnya dunia dan kaum muslim tidak diam. Akar masalah dari persoalan ini adalah keberadaan entitas Zionis ditanah milik muslim Palestina, sehingga entitas Zionis harus dihapuskan dari muka bumi.

Zionis Hanya Terlihat Kuat dari Permukaan

Zionis terlihat kuat, karena dibelakangnya ada Amerika yang terus memberikan bantuan sedangkan Palestina hanya berdiri sendiri. Seolah Palestina tidak punya saudara yang seiman, padahal 50 negeri muslim sebenarnya adalah saudaranya. Namun tidak ada satu pun penguasa negeri muslim yang tergerak untuk melakukan jihad membebaskan Palestina. Hal ini bukan tidak memiliki alasan, belenggu nasionalisme yang membuat penguasa muslim abai terhadap Palestina dan nasionalisme yang telah membuat terkikisnya ukhuwah Islamiyah.

Jika kita telisik secara mendalam Palestina terabaikan dan ditindas secara terus menerus karena tidak ada negara yang berani untuk membelanya. Saat ini Palestina butuh ukhuwah umat (persatuan umat) dari berbagai negeri muslim untuk melakukan jihad melawan Zionis. Persatuan Umat akan terbentuk jika kaum muslim berada pada satu komando yakni negara Islam. Negara yang didalamnya diterapkan hukum-hukum Islam. Jihad dapat dilakukan tatkala adanya negara Islam.

Hadirnya negara Islam yang mandiri dan adidaya akan menghentikan pendudukan dan genosida Zionis terhadap Palestina. Selain itu negara Islam akan mengembalikan tanah Palestina pada pemiliknya melindungi dan mengurus warga Palestina agar hidup mulia. Untuk itu langkah yang harus dilakukan kaum muslim saat ini mengembalikan kembali negara Islam yang dulu pernah ada dari masa Rasulullah, para sahabat dan negara Islam yang terakhir di Turki Utsmani.

Cara Rasulullah Memulihkan Negara

Metode untuk mengembalikan kembali negara Islam harus menggunakan metode yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW yakni melalui tiga tahapan yaitu:
Pertama : Tahap pembinaan. Pada tahapan ini umat dibina dengan pemahaman Islam hingga umat memiliki pola pikir dan pola sikap yang Islam.

Kedua: Tahap interaksi di tengah Umat. Pada tahapan ini umat diajak berfikir bahwa Islam mampu menyelesaikan seluruh persoalan kehidupan, mulai dari permasalahan individu, masyarakat bahkan persoalan negara. Dengan kata lain Islam adalah sebuah ideologi.

Ketiga: Tahap Thalabun Nusroh (tahap mencari pertolongan). Pada tahapan ini kaum muslim mencari pertolongan untuk menegakkan Islam. Pertolongan ini didapat dari penguasa ataupun umat. Sebagaimana Rasulullah SAW mendapat pertolongan dari para pembesar Madinah.

Dengan demikian, tidak ada cara lain pembebasan Palestina hanya bisa dilakukan dengan membentuk persatuan umat dan jihad dibawah satu komando yakni negara Islam.