Pekanbaru (Riaunews.com) – Cuaca di Provinsi Riau dalam sepekan terakhir terpantau berubah-ubah. Kondisi panas pada siang hari kerap disusul hujan dengan intensitas sedang hingga lebat pada sore maupun malam hari.
Koordinator Bidang Prakiraan Cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Bibin Sulianto mengatakan kondisi tersebut terjadi karena Riau saat ini sedang memasuki masa transisi dari musim penghujan menuju musim kemarau.
“Memang saat ini di Provinsi Riau sedang memasuki masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau,” kata Bibin, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, hujan yang terjadi merata di sejumlah wilayah Riau beberapa hari terakhir dipengaruhi dinamika atmosfer Madden Julian Oscillation yang sedang aktif di wilayah Riau.
“Beberapa hari ini hujan cukup lebat dan merata di seluruh Riau karena ada fenomena atmosfer MJO yang sedang aktif,” ujarnya.
Potensi Hujan Masih Tinggi
Bibin menjelaskan, berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan di wilayah Riau dalam sepekan ke depan masih cukup tinggi dengan intensitas ringan hingga sedang.
Bahkan pada 14 hingga 15 Mei 2026, hampir seluruh wilayah Riau diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas sedang.
“Dalam satu minggu ke depan sebagian besar wilayah Riau masih berpotensi hujan ringan hingga sedang,” jelasnya.
Meski demikian, BMKG memprakirakan sebagian wilayah Riau mulai memasuki musim kemarau pada dasarian ketiga Mei atau menjelang akhir bulan Mei 2026. Namun, Bibin menegaskan karakteristik musim kemarau di Riau berbeda dengan wilayah Pulau Jawa.
Menurutnya, meski memasuki musim kemarau, hujan masih tetap berpotensi terjadi karena Riau berada di wilayah khatulistiwa dengan kondisi cuaca yang cepat berubah.
“Kalau di Riau meskipun musim kemarau masih ada hujan. Itu normal karena cuaca di wilayah khatulistiwa memang cepat berubah,” ungkapnya.
Hotspot Menurun, Warga Diminta Waspada Karhutla
BMKG juga mencatat jumlah titik panas atau hotspot di Riau pada awal Mei mengalami penurunan akibat meningkatnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah Bengkalis dan Pelalawan yang sebelumnya cukup banyak ditemukan titik panas.
BMKG memperkirakan musim kemarau di Riau akan berlangsung hingga September 2026. Karena itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Untuk masyarakat kami harapkan jangan membuka lahan dengan cara membakar,” tutup Bibin.
