Sempat Dapat Perawatan Medis, Jemaah Haji Asal Bengkalis Wafat di Makkah

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang calon jemaah haji Provinsi Riau yang tergabung dalam Kloter BTH 09 asal Kabupaten Bengkalis, Marati Kasmuri Usman, dilaporkan meninggal dunia di pemondokan jemaah di Kota Makkah, Rabu (13/5/2026) pukul 17.51 Waktu Arab Saudi (WAS).

Kabar duka tersebut disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon.

Ia menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhumah dan mengajak seluruh jemaah serta keluarga untuk mendoakan almarhumah.

“Saya atas nama pribadi dan instansi menyampaikan duka cita mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah, diampuni segala dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta keikhlasan,” ujar Defizon, Kamis.

Menurut Defizon, jemaah yang meninggal dunia di Arab Saudi selama masa pelaksanaan ibadah haji akan mendapatkan penyelesaian hak-haknya oleh pemerintah, termasuk pelaksanaan badal haji dan asuransi jemaah.

“Jemaah yang meninggal di Arab Saudi dalam masa pelaksanaan ibadah haji, haknya akan diselesaikan oleh pemerintah, termasuk badal haji dan asuransi jemaah,” jelasnya.

Sempat Mendapat Penanganan Medis

Defizon juga menyampaikan petugas haji telah memberikan pendampingan dan penanganan sesuai prosedur yang berlaku di Arab Saudi. Prosesi pemulasaraan hingga pemakaman almarhumah akan dilaksanakan petugas bersama pihak terkait di Kota Makkah.

Berdasarkan laporan petugas kloter, Marati Kasmuri Usman diketahui memiliki riwayat angioplasty pada Desember 2025, diabetes melitus non insulin, chronic ischemic heart disease dan hypertensive heart disease.

Pada Rabu (13/5/2026), almarhumah dilaporkan tidak memiliki nafsu makan dan tetap diberikan motivasi untuk makan serta mengonsumsi obat secara rutin.

Sekitar pukul 16.00 WAS, saat sedang duduk di pemondokan, almarhumah tiba-tiba terbaring dan tidak sadarkan diri. Teman sekamar kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada ketua regu dan memanggil petugas kesehatan.

Petugas kesehatan yang tiba di lokasi mendapati kondisi almarhumah tidak sadar, tekanan darah tidak terukur, nadi sangat lemah serta tidak ditemukan pernapasan.

Petugas kemudian melakukan tindakan medis darurat berupa pemasangan infus dan injeksi epinefrin. Meski sempat terdapat respons sementara, petugas terus melanjutkan penanganan resusitasi selama sekitar satu jam 30 menit.

Namun kondisi almarhumah tidak menunjukkan perbaikan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 17.51 WAS.