Pekanbaru (RIauunews.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja di Bumi Melayu melalui program PULUT KETAN (Perlindungan Pekerja Rentan). Program tersebut mulai digagas sejak dirinya menjabat sebagai Penjabat Gubernur Riau pada 2024.
Ia menyebutkan, langkah proaktif tersebut membuahkan hasil dengan meningkatnya jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Provinsi Riau yang kini telah melampaui 1 juta orang, sekaligus menempatkan Riau pada peringkat 10 secara nasional. “Saya mengambil sikap, Riau tidak menunggu, Riau bergerak lebih dulu. Hasilnya mulai terlihat,” ujar SF Hariyanto, Minggu (3/5/2026).
Cakupan Masih Rendah
Meski demikian, SF Hariyanto mengakui cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Riau saat ini masih di bawah 40 persen. Artinya, lebih dari separuh pekerja, terutama di sektor informal dan pekerja rentan, belum mendapatkan perlindungan.
Untuk itu, Pemprov Riau menargetkan peningkatan cakupan hingga 85 persen pada 2029. Target tersebut sejalan dengan rencana pembangunan jangka panjang nasional yang menargetkan 95 persen perlindungan tenaga kerja pada 2045.
Dukungan Kebijakan Nasional
SF Hariyanto menegaskan bahwa perlindungan tenaga kerja merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, dunia usaha, dan pekerja. Ia juga menyatakan komitmen daerah dalam mendukung kebijakan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang disampaikan pada peringatan May Day 1 Mei 2026 di Monas.
Menurutnya, kebijakan tersebut mencakup peningkatan pendapatan pengemudi online hingga sekitar 92 persen, pembentukan Satgas Mitigasi PHK, ratifikasi konvensi ILO, serta pengesahan Undang-Undang Pelindungan Pekerja Rumah Tangga.
Selain itu, pemerintah pusat juga mendorong program pembangunan 1 juta rumah buruh, penataan sistem outsourcing agar lebih adil, serta percepatan revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan. “Pemprov Riau siap mengimplementasikan kebijakan tersebut di daerah,” pungkasnya.
