Restorasi Gambut Jadi Strategi Utama Siak Tekan Karhutla 2026

Lingkungan, Siak51 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Bupati Afni Zulkifli menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Aula Tribrata Polda Riau, Senin (27/4/2026). Dalam forum yang diinisiasi Kapolda Riau Herry Heryawan tersebut, Afni memaparkan sejumlah langkah strategis pencegahan karhutla di wilayahnya.

Salah satu upaya utama yang ditekankan adalah program restorasi gambut. Menurut Afni, langkah ini menjadi strategi penting untuk menekan potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau yang rawan memicu karhutla di wilayah Kabupaten Siak.

Ia menjelaskan, restorasi gambut mencakup pembasahan kembali lahan serta pengelolaan ekosistem secara berkelanjutan agar tidak mudah terbakar. Upaya ini dinilai sebagai solusi jangka panjang dalam mengatasi persoalan karhutla yang kerap terjadi setiap tahun.

“Restorasi gambut bukan hanya program lingkungan, tapi langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap. Ini harus dilakukan secara konsisten dan melibatkan semua pihak,” ujar Afni.

Sebagai daerah dengan kawasan gambut yang cukup luas, Siak membutuhkan perhatian serius dalam pengelolaannya. Afni menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menekan risiko kebakaran.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya deteksi dini dan kesiapsiagaan seluruh elemen, termasuk aparat dan masyarakat peduli api. Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas utama agar kebakaran tidak meluas.

“Pencegahan jauh lebih penting daripada penanggulangan. Kita harus memastikan lahan gambut tetap basah dan tidak mudah terbakar,” tambahnya.

Di samping restorasi gambut, berbagai langkah lain juga terus digencarkan, seperti patroli rutin, sosialisasi kepada masyarakat, serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan. Dengan upaya terpadu tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak berharap kejadian karhutla pada 2026 dapat ditekan seminimal mungkin sekaligus menjaga kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat.