Luas Karhutla di Riau Capai 15.220 Hektare, Bengkalis dan Pelalawan Jadi Wilayah Terparah

Pekanbaru (Riaunews.com) – Luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau hingga pertengahan Juni 2026 mencapai 15.220,34 hektare. Kebakaran tersebut tersebar di 12 kabupaten dan kota dengan Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan menjadi daerah yang mencatat luasan terbakar paling tinggi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, M Edy Afrizal, mengatakan karhutla telah terjadi di Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kota Dumai, dan Kota Pekanbaru.

“Sampai saat ini sudah 12 daerah di Riau yang ditemukan terjadi karhutla. Total luasan karhutla 15.220,34 hektare,” kata Edy Afrizal, Selasa (16/6/2026).

Berdasarkan data BPBD Riau, Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, yakni mencapai 8.179,90 hektare. Disusul Kabupaten Pelalawan seluas 4.533,84 hektare dan Kabupaten Indragiri Hilir seluas 822,77 hektare.

Sementara itu, karhutla di Kota Dumai tercatat seluas 552,01 hektare, Rokan Hilir 378,03 hektare, Siak 289,15 hektare, Kepulauan Meranti 198,36 hektare, Kampar 82,77 hektare, Indragiri Hulu 72,75 hektare, Kuantan Singingi 55,95 hektare, Pekanbaru 42,15 hektare, dan Rokan Hulu 17,16 hektare.

Empat Helikopter Water Bombing Dikerahkan

Selain luasan kebakaran, BPBD Riau juga mencatat terdapat 8.225 titik panas (hotspot) dan 324 titik api (fire spot) yang terdeteksi selama periode penanganan karhutla tahun ini.

Edy mengatakan berbagai unsur terlibat dalam upaya penanganan karhutla, mulai dari BPBD kabupaten dan kota, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, hingga perusahaan yang berada di wilayah rawan kebakaran.

Menurutnya, penanganan karhutla kini diperkuat dengan dukungan empat unit helikopter water bombing bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Armada tersebut langsung dioperasikan untuk mempercepat pemadaman, terutama di wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

“Empat helikopter water bombing bantuan dari BNPB telah tiba di Riau. Helikopter tersebut langsung digunakan untuk melakukan pemadaman karhutla di Riau. Untuk titik api saat ini di Riau sudah nihil,” ujarnya.

BPBD Riau juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran agar dapat ditangani lebih cepat dan tidak meluas.