Pusdatin Puanri Perkuat Silaturahmi Lintas Generasi dan Susun Buku Sejarah Kepengurusan

Pekanbaru4 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pusat Data Informasi Perempuan Riau (Pusdatin Puanri) melaksanakan kegiatan silaturahmi pengurus lintas generasi yang berlangsung di Hotel Pangeran Pekanbaru, Ahad (26/04/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antar pengurus sekaligus menandai dimulainya proses penyusunan buku yang mendokumentasikan perjalanan kepengurusan Pusdatin Puanri sejak berdiri hingga saat ini.

Kegiatan dihadiri oleh pengurus dari berbagai periode yang turut berbagi pengalaman dan refleksi selama aktif di organisasi. Berbagai kisah disampaikan, mulai dari dinamika awal pembentukan hingga perkembangan program yang telah dijalankan dalam mendukung penguatan peran perempuan di Provinsi Riau.

Diskusi berlangsung dalam suasana akrab dan penuh semangat kebersamaan. Interaksi antar generasi terlihat dinamis, mencerminkan kesinambungan nilai dan komitmen yang terus dijaga dalam tubuh organisasi. Suasana semakin cair saat pembahasan memasuki tahap teknis penyusunan buku.

Ketua Harian Pusdatin Puanri, Rahmita Lutfi, mempresentasikan kerangka awal buku yang akan memuat profil dan perjalanan pengurus dari masa ke masa. Paparan tersebut mendapat tanggapan antusias dari peserta karena dinilai komprehensif dan sistematis.

Dalam suasana santai, salah satu peserta menyampaikan komentar ringan, “Wah, seperti buat desertasi, ada kata perspektifnya nih,” yang kemudian disambut tawa bersama dan semakin menghidupkan suasana silaturahmi.

Kerangka buku yang disusun mencakup berbagai bagian penting, di antaranya sejarah berdirinya organisasi, profil kepengurusan di setiap periode, serta kontribusi Pusdatin Puanri dalam pembangunan perempuan di Riau. Dokumen ini diharapkan menjadi acuan dalam penyusunan buku yang memiliki nilai informatif sekaligus dokumentatif.

Ketua Pusdatin Puanri, Septina Primawati Rusli, menyampaikan bahwa penyusunan buku akan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan pengurus yang memiliki keahlian di bidang penulisan dan penyusunan publikasi.

“Penyusunan buku ini melibatkan berbagai unsur pengurus, khususnya yang memiliki kompetensi dalam penulisan, sehingga diharapkan menghasilkan karya yang berkualitas,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa buku tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi para pendiri dan pengurus terdahulu, sekaligus sebagai sarana pembelajaran bagi generasi penerus.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Pusdatin Puanri memiliki pengalaman dalam menghasilkan berbagai publikasi yang berkaitan dengan perempuan dan budaya di Riau. Sejumlah buku yang telah diterbitkan antara lain mengangkat tokoh perempuan Riau, serta buku tentang batik Riau yang memuat nilai budaya, motif, dan perkembangannya.

Selain itu, organisasi juga telah menghasilkan berbagai karya lain yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, dokumentasi kegiatan, dan kajian sosial yang relevan dengan isu perempuan di daerah. Pengalaman tersebut menjadi dasar yang kuat dalam proses penyusunan buku sejarah kepengurusan yang saat ini tengah dipersiapkan.

Buku yang dirancang ini diharapkan tidak hanya menjadi arsip organisasi, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai referensi oleh masyarakat, akademisi, dan generasi muda yang ingin memahami perjalanan dan kontribusi Pusdatin Puanri.

Pusdatin Puanri sendiri telah berdiri sejak 31 Desember 2004, diprakarsai oleh tokoh perempuan Riau, almarhumah Hj. Roslaini Ismail Suko. Selama lebih dari dua dekade, organisasi ini konsisten menjalankan berbagai program dalam penguatan kapasitas perempuan melalui pengelolaan data, publikasi, serta kegiatan advokasi.

Melalui penyusunan buku kepengurusan lintas masa ini, Pusdatin Puanri berharap dapat memperkuat identitas organisasi sekaligus memperluas kontribusi dalam pembangunan perempuan di Riau pada masa yang akan datang.

Komentar