Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru menekankan pentingnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menghadapi kebutuhan tenaga kerja di Kawasan Industri Tenayan (KIT). Kawasan industri tersebut diperkirakan akan menyerap hingga 14 ribu tenaga kerja saat mulai beroperasi.
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengatakan jika masyarakat lokal tidak dipersiapkan sejak dini, maka peluang kerja berpotensi diisi tenaga kerja dari luar daerah.
“Kalau tidak kita siapkan, maka tenaga kerja dari luar yang akan mengisi kebutuhan tersebut,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).
Dorong Pendidikan Vokasi
Pemko Pekanbaru terus mendorong kehadiran lembaga pendidikan vokasi untuk mencetak tenaga kerja siap pakai sesuai kebutuhan industri. Upaya ini telah dirintis sejak 2014 melalui pembentukan Yayasan Tengku Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah.
Namun, rencana tersebut terkendala regulasi yang tidak lagi memperbolehkan pemerintah daerah mendirikan yayasan untuk perguruan tinggi.
Pemko juga sempat mengusulkan pembangunan pendidikan vokasi khusus hilirisasi kelapa sawit kepada pemerintah pusat. Meski sempat mendapat persetujuan, rencana tersebut batal direalisasikan akibat dinamika kebijakan.
“Padahal saat itu sudah ada persetujuan, tetapi kemudian dialihkan ke provinsi lain,” jelas Masykur.
Terkendala Moratorium dan Kerja Sama
Pada 2022, Pemko kembali mengusulkan pembangunan perguruan tinggi vokasi negeri di Pekanbaru. Namun, rencana tersebut kembali terhambat akibat moratorium pendirian perguruan tinggi negeri.
Sebagai alternatif, pemerintah pusat menyarankan kerja sama dengan politeknik melalui skema Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU). Pemko Pekanbaru kemudian menjalin kerja sama dengan Politeknik Batam, meski hingga kini belum terealisasi.
Masykur menyebut kerja sama tersebut sempat terhenti akibat dinamika pergantian kepemimpinan di lingkungan Pemko Pekanbaru.
Ke depan, Pemko berharap dukungan berbagai pihak, termasuk perwakilan daerah di tingkat pusat, agar pembangunan perguruan tinggi vokasi dapat terwujud. Kehadiran institusi tersebut dinilai penting untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang.







Komentar