Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru tengah menyiapkan penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk mengatasi persoalan akses pendidikan yang selama ini masih terjadi. Kebijakan tersebut akan dituangkan dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota dan diajukan ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar mengatakan, SPMB diharapkan mampu menjawab persoalan klasik yang kerap muncul setiap tahun ajaran baru, terutama masih adanya anak yang belum mendapatkan akses ke sekolah.
“Sistem tersebut akan dituangkan dalam SK Wali Kota. Selanjutnya, kami mengajukan ke Kemendikdasmen sebagai bagian dari mekanisme resmi penerapan kebijakan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Sistem Baru untuk Cegah Anak Putus Sekolah
Markarius menjelaskan, melalui sistem ini pemerintah menargetkan seluruh anak dapat langsung terakomodasi sejak awal proses penerimaan. Dengan demikian, tidak perlu lagi dilakukan penelusuran terhadap anak yang tidak bersekolah seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Melalui sistem ini, kami berharap tidak ada lagi anak yang tidak bisa bersekolah. Semua akan terakomodasi sejak awal,” ucapnya.
Selama ini, pemko harus melakukan upaya tambahan untuk mencari anak putus sekolah dan menampung mereka melalui penambahan rombongan belajar (rombel). Namun, dengan SPMB yang telah melalui tahap simulasi, seluruh peserta didik diharapkan dapat langsung tertampung secara otomatis.
Gandeng Sekolah Swasta dan Jamin Mutu
SPMB akan mengakomodasi berbagai jalur penerimaan, mulai dari jalur domisili, prestasi, hingga afirmasi, sehingga setiap anak memiliki kesempatan yang sama sesuai kondisi masing-masing.
Untuk menutup kekurangan daya tampung, khususnya di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), Pemko Pekanbaru juga membuka kerja sama dengan sekolah swasta. Saat ini, sedikitnya 21 SMP swasta telah menyatakan kesiapan untuk bergabung dan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.
Markarius menegaskan, kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas. Pemko telah menjalin kerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) guna memastikan standar mutu sekolah swasta yang terlibat tetap terjaga.
“Sehingga anak-anak yang bersekolah di sana mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu,” pungkasnya.
