Pekanbaru (Riaunews.com) – Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menyebut kondisi kemandirian fiskal Kota Pekanbaru saat ini tergolong baik dan aman. Bahkan, Pekanbaru menjadi salah satu dari dua daerah di Provinsi Riau yang dinilai memiliki kemandirian fiskal kuat, bersama Kota Dumai.
Menurutnya, kekuatan tersebut terlihat dari kemampuan daerah dalam membiayai belanja pegawai, meskipun terjadi pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pemerintah pusat.
“Dari sisi kemandirian fiskal, Pekanbaru termasuk daerah yang aman. Jika DAU berkurang, belanja pegawai masih dapat ditopang oleh PAD,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Didukung PAD dan IPM Tertinggi
Kondisi ini turut didukung oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang relatif stabil. Selain itu, Kota Pekanbaru juga mencatatkan capaian positif pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dengan menempati posisi tertinggi di Provinsi Riau, termasuk dalam indikator partisipasi anak usia sekolah.
Kinerja BUMD Masih Lemah
Meski demikian, Markarius mengakui masih terdapat pekerjaan rumah, terutama pada sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Secara umum, kinerja BUMD di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru masih berada dalam kategori kurang baik.
“Seluruh BUMD kami saat ini masih dalam penilaian kurang baik. Namun, kami terus melakukan pembenahan secara bertahap,” jelasnya.
Salah satu BUMD yang mulai menunjukkan perbaikan adalah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pekanbaru Madani. Sementara itu, dua BUMD lainnya, termasuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), masih dalam proses pembenahan lebih lanjut.
PDAM Jalani Penanganan Khusus
Saat ini, Pemko Pekanbaru tengah melakukan pendampingan khusus terhadap PDAM, terutama dalam menyelesaikan persoalan utang kepada pihak ketiga terkait penyediaan sumber air baku di masa lalu.
Upaya restrukturisasi utang juga terus dilakukan secara bertahap, seiring dengan peningkatan kinerja perusahaan.
“PDAM sedang dalam proses penanganan khusus. Kami optimistis ke depan kondisinya akan membaik, meskipun membutuhkan waktu,” pungkasnya.
