Google Maps Hadirkan Peta 3D dan Fitur AI untuk Navigasi Lebih Cerdas

Gadget, Tekno116 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Aplikasi navigasi Google Maps menghadirkan pembaruan terbaru dengan menambahkan tampilan peta tiga dimensi serta integrasi kecerdasan buatan untuk membuat pengalaman navigasi menjadi lebih intuitif dan informatif.

Dilaporkan oleh Carscoops pada Kamis (12/3), salah satu perubahan paling mencolok adalah hadirnya tampilan peta 3D yang memberikan visual lingkungan sekitar secara lebih realistis.

Melalui fitur ini, pengguna dapat melihat bangunan dan lanskap di sekitar rute perjalanan dengan lebih jelas saat menggunakan navigasi.

Selain peningkatan visual, pembaruan ini juga membawa sejumlah fitur navigasi baru yang membantu pengemudi memahami kondisi jalan dengan lebih baik. Peta kini menampilkan informasi tambahan seperti jalur kendaraan, penyeberangan pejalan kaki, hingga lampu lalu lintas.

Tampilan peta juga akan menyesuaikan secara otomatis saat kendaraan mendekati persimpangan atau titik penting. Sistem akan melakukan zoom otomatis agar pengemudi dapat melihat detail jalan dengan lebih jelas ketika akan berbelok atau berpindah jalur.

Fitur AI “Ask Maps”

Pembaruan tersebut juga menghadirkan dukungan kecerdasan buatan yang membuat instruksi navigasi menjadi lebih mudah dipahami.

Dengan bantuan AI, aplikasi dapat memberikan panduan arah yang lebih natural dan relevan dengan kondisi perjalanan pengguna. Selain itu, pengguna juga dapat memperoleh informasi lebih lengkap mengenai berbagai pilihan rute, termasuk waktu tempuh dan kondisi lalu lintas.

Fitur baru bernama Ask Maps juga diperkenalkan dalam pembaruan ini. Fitur tersebut didukung oleh teknologi AI dari Gemini AI yang memungkinkan pengguna mengajukan pertanyaan langsung kepada aplikasi.

Melalui Ask Maps, pengguna dapat meminta rekomendasi tempat makan, destinasi wisata, atau merencanakan perjalanan dengan lebih mudah. Sistem akan memproses berbagai sumber data seperti ulasan pengguna dan informasi lokasi bisnis untuk memberikan jawaban yang lebih relevan.

Pembaruan ini mulai diluncurkan secara bertahap kepada pengguna di beberapa wilayah seperti Amerika Serikat dan India, dengan rencana ketersediaan yang lebih luas di masa mendatang.