Google Manfaatkan Gemini untuk Tekan Iklan Sesat, 191,9 Juta Iklan Dihapus di Indonesia

Tekno33 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Google mengumumkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan generatif Gemini untuk menekan peredaran iklan yang melanggar kebijakan di platformnya.

Dalam laporan Google Ads Safety Report 2025, Google mencatat di Indonesia sebanyak 191,9 juta iklan bermasalah berhasil dihapus sepanjang 2025. Selain itu, sekitar 385 ribu akun pengiklan juga ditangguhkan karena melanggar aturan.

VP & General Manager Ads Privacy and Safety Google, Keerat Sharma, mengatakan pemanfaatan AI telah meningkatkan kemampuan perusahaan dalam mendeteksi dan menghentikan praktik penipuan secara lebih efektif.

“Model kami menganalisis ratusan miliar sinyal—termasuk usia akun, isyarat perilaku, dan pola kampanye—untuk menghentikan ancaman sebelum sampai ke pengguna,” ujarnya.

Deteksi Lebih Canggih Berbasis AI

Berbeda dari sistem lama yang berbasis kata kunci, Gemini mampu memahami maksud (intent) dari sebuah iklan. Hal ini memungkinkan sistem mengenali konten berbahaya, bahkan jika dirancang untuk menghindari deteksi.

Secara global, Google mencatat lebih dari 8,3 miliar iklan berhasil diblokir atau dihapus sepanjang 2025. Selain itu, sebanyak 24,8 juta akun pengiklan juga ditangguhkan.

Dari jumlah tersebut, sekitar 602 juta iklan dan 4 juta akun teridentifikasi terkait praktik penipuan (scam).

Respons Lebih Cepat terhadap Laporan

Google juga menyebut pemanfaatan Gemini membantu meningkatkan respons terhadap laporan pengguna. Sepanjang 2025, perusahaan mampu menindak laporan hingga empat kali lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Dengan capaian tersebut, Google menilai meskipun iklan bermasalah masih muncul, proses penanganannya kini jauh lebih cepat sehingga dapat meminimalkan potensi kerugian bagi pengguna.