DPR Dorong Pemerintah Perbanyak Festival UMKM untuk Perkuat Ekonomi Rakyat

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Komisi VII DPR RI, Siti Mukaromah, meminta pemerintah memperbanyak penyelenggaraan festival dan berbagai event yang melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi rakyat di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa itu mencontohkan kesuksesan Festival Jejak Jajanan Nusantara (JJN) 2026 yang digelar di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta.

“Event seperti ini perlu diperbanyak dan diperluas jangkauannya. Ini bukan sekadar seremoni, melainkan ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk mempromosikan produk, memperluas jaringan pasar, sekaligus meningkatkan pendapatan secara langsung,” kata Siti dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Menurutnya, festival besar yang rutin digelar di Jakarta dapat menjadi contoh bagi pemerintah untuk mereplikasi kegiatan serupa di berbagai daerah, sehingga tidak hanya terpusat di kota besar.

“Sinergi lintas sektoral adalah kunci untuk mengatasi hambatan klasik UMKM, yakni keterbatasan akses pasar dan lemahnya branding produk lokal,” ujarnya.

Festival Dinilai Beri Efek Berganda

Siti menambahkan, festival UMKM memiliki efek berganda terhadap perekonomian daerah. Aktivitas selama acara berlangsung dinilai mampu menggerakkan sektor pendukung seperti transportasi, jasa logistik, hingga usaha kuliner di sekitar lokasi kegiatan.

“Dampaknya bukan hanya dinikmati oleh pelaku UMKM yang berjualan di stan, tetapi juga menciptakan perputaran uang di masyarakat dan membuka peluang lapangan kerja baru,” jelasnya.

Sementara itu, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) pangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menggelar Bazar Prime Ramadan Jakarta 2026 di Balai Kota Jakarta pada 9–10 Maret 2026. Kegiatan ini menghadirkan bazar UMKM serta program tebus murah sembako untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau selama Ramadan.

Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan, mengatakan bazar tersebut merupakan bentuk kolaborasi sejumlah BUMD pangan.

“Melalui Bazar Prime Ramadan Jakarta ini, kami ingin menghadirkan pasar yang tidak hanya menjadi tempat bertransaksi, tetapi juga ruang interaksi yang lebih inklusif bagi masyarakat,” kata Agus, Senin (9/3/2026).

Bazar ini merupakan hasil sinergi antara Perumda Pasar Jaya, Food Station Tjipinang Jaya, dan Perumda Dharma Jaya. Kegiatan tersebut juga berkolaborasi dengan Bank Jakarta yang menyediakan fasilitas pembayaran digital melalui QRIS bagi para tenant.

Sebanyak 49 tenant UMKM dari pasar binaan Perumda Pasar Jaya turut meramaikan bazar tersebut dengan menawarkan berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, hingga produk fesyen. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di Jakarta.