Monako (Riaunews.com) – Federation Internationale de l’Automobile (FIA) resmi menghapus aturan wajib dua kali pit stop pada balapan Formula 1 Monaco Grand Prix mulai musim 2026. Keputusan ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap penerapan regulasi tersebut pada edisi 2025 yang dinilai tidak memberikan dampak signifikan terhadap jalannya balapan.
Aturan dua pit stop sebelumnya diperkenalkan khusus di Monako pada musim 2025 dengan tujuan meningkatkan strategi dan keseruan balapan. Regulasi itu mewajibkan setiap pembalap menggunakan tiga set kompon ban berbeda, sehingga setidaknya harus melakukan dua kali pit stop. FIA berharap strategi tambahan ini bisa menghidupkan balapan di sirkuit jalan raya Monte Carlo yang terkenal sempit dan sulit untuk menyalip.
Namun dalam praktiknya, aturan tersebut justru memicu kontroversi. Sejumlah tim dinilai memanfaatkan celah regulasi dengan memperlambat laju mobil salah satu pembalap demi memberi keuntungan strategi kepada rekan setimnya. Tim seperti Williams dan Racing Bulls sempat disorot karena diduga melakukan taktik tersebut.
Pembalap seperti Carlos Sainz mengkritik kebijakan itu karena dianggap tidak mengubah esensi balapan di Monako. Sementara Max Verstappen bahkan menyindir balapan di sana seperti gim Mario Kart, karena minimnya aksi salip-menyalip dan terlalu bergantung pada posisi start.
FIA akhirnya menilai bahwa aturan dua pit stop tidak efektif dalam meningkatkan daya tarik balapan. Posisi grid masih menjadi faktor penentu hasil akhir, sementara strategi tambahan justru membuka potensi manipulasi balapan.
Mulai musim 2026, regulasi pit stop di GP Monako kembali mengikuti aturan standar Formula 1 seperti seri lainnya. Di sisi lain, perubahan regulasi teknis 2026 yang membuat mobil F1 lebih kecil dan ringan diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar balapan di Monako bisa lebih kompetitif dan dinamis.







Komentar