Pekanbaru (Riaunews.com) — Wali Kota Agung Nugroho memastikan program pencairan dan penjaringan anak putus sekolah tingkat SD dan SMP di Pekanbaru tetap berlanjut pada tahun 2026. Kebijakan ini menjadi komitmen pemerintah kota untuk menekan angka putus sekolah dan menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak.
Agung menyampaikan, pada tahun pertama masa kepemimpinannya, Pemko Pekanbaru berhasil mengembalikan 1.470 anak putus sekolah ke bangku pendidikan. Capaian tersebut menjadi dasar untuk melanjutkan program secara berkelanjutan setiap tahun.
“Setiap tahun akan kita lakukan, tak boleh ada anak putus sekolah di Pekanbaru,” kata Agung kepada CAKAPLAH.com, Ahad (15/2/2026).
Ia menegaskan, Pemko membuka akses pelaporan bagi masyarakat jika masih ditemukan anak putus sekolah di lingkungan sekitar. Masyarakat dapat melaporkan melalui posyandu maupun kantor kecamatan terdekat agar segera ditindaklanjuti.
Selain menerima laporan, pemerintah juga akan aktif melakukan penjaringan langsung ke lapangan untuk memastikan tidak ada anak usia sekolah yang terlewat. Langkah ini dilakukan melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dinas pendidikan dan aparatur wilayah.
Pemko Pekanbaru menargetkan seluruh anak usia sekolah dapat kembali mengenyam pendidikan formal maupun nonformal. Upaya ini sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan menekan angka kemiskinan di daerah.
