Wali Kota: Penanganan Banjir Pekanbaru Butuh Kolaborasi Lintas Pemerintah

Pekanbaru (Riaunews.com) – Banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah Kota Pekanbaru, khususnya di Kecamatan Marpoyan Damai, menjadi perhatian serius pemerintah kota. Genangan tidak hanya merendam ruas jalan saat hujan deras, tetapi juga masuk ke permukiman warga hingga lingkungan sekolah.

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menegaskan penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara parsial oleh pemerintah kota saja. Ia menyebut, terdapat sejumlah infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi dan pusat.

“Ada gorong-gorong di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya dekat Eco Green, posisinya di bawah aspal, sehingga harus dibongkar,” ujar Agung, Sabtu (25/4/2026).

Perbaikan Drainase Jadi Prioritas

Agung menjelaskan, pembongkaran gorong-gorong tersebut diperlukan agar aliran air dapat mengalir lancar menuju Sungai Kampar. Selama ini, posisi gorong-gorong yang tertutup menyebabkan aliran air terhambat dan memicu genangan saat hujan turun.

“Arus air di sana cukup deras saat hujan. Maka harus dibuat agar alirannya lancar dan tidak terhambat lagi,” jelasnya.

Ia memastikan, penanganan banjir yang menjadi kewenangan pemerintah kota terus dilakukan. Namun, upaya tersebut harus didukung koordinasi lintas pemerintah agar hasilnya maksimal.

“Agar penanganan banjir bisa optimal, ini butuh koordinasi dengan semua pihak, baik provinsi maupun pusat,” tegasnya.

Banjir di Marpoyan Damai menjadi sorotan setelah insiden pada 10 April 2026 yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor akibat terseret arus parit. Peristiwa itu semakin menegaskan urgensi percepatan penanganan banjir di wilayah tersebut.