DPR Nilai WFA Jelang Lebaran Jadi Peluang Dongkrak Pariwisata

Nasional, Pariwisata92 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Komisi VII DPR RI Siti Mukaromah menilai kebijakan bekerja dari mana saja atau Work From Anywhere (WFA) sebelum dan sesudah Hari Raya Idul Fitri 2026 menjadi peluang untuk menggerakkan sektor pariwisata nasional. Menurutnya, fleksibilitas bekerja bagi aparatur sipil negara dan pekerja swasta dapat meningkatkan mobilitas masyarakat ke destinasi wisata.

Siti menyampaikan, pelaku usaha pariwisata perlu mulai mempersiapkan diri menghadapi lonjakan kunjungan selama libur Lebaran. Ia menekankan pentingnya penataan aktivitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi wisata serta kesiapan layanan transportasi lokal.

Ia juga menilai peran warga lokal perlu dioptimalkan dalam pengelolaan fasilitas pendukung seperti area parkir, hotel, dan restoran. Dengan keterlibatan masyarakat setempat, perputaran ekonomi di daerah wisata diharapkan meningkat selama masa liburan.

Selain itu, Siti mendorong adanya pergeseran target pembangunan pariwisata sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2025 tentang Kepariwisataan. Menurutnya, fokus tidak lagi pada jumlah kunjungan wisatawan semata, tetapi pada peningkatan kualitas pariwisata dan dampak ekonominya.

Ia menekankan bahwa pariwisata berkualitas akan membuat wisatawan tinggal lebih lama dan meningkatkan pengeluaran selama berkunjung. Dampak tersebut dinilai lebih signifikan bagi perekonomian masyarakat dibandingkan hanya mengejar angka kunjungan.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kebijakan WFA diterapkan pada 16–17 Maret serta 25–27 Maret 2026. Dengan berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, masyarakat berpeluang menikmati libur panjang pada 18 hingga 24 Maret 2026. Pemerintah daerah diminta memastikan kesiapan destinasi wisata, termasuk fasilitas dasar, keamanan, dan kenyamanan pengunjung.