Curah Hujan Mulai Turun, BPBD Riau Minta Daerah Antisipasi Musim Panas dan Karhutla

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau meminta pemerintah kabupaten/kota meningkatkan langkah antisipatif menghadapi musim panas dan potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Permintaan tersebut disampaikan dalam pertemuan BPBD Damkar Riau dengan para kepala BPBD se-Riau.

Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), curah hujan di Riau mulai mengalami penurunan, terutama di wilayah pesisir. Kondisi tersebut menandakan peralihan cuaca menuju musim panas.

Jim Gafur menyebutkan, pihaknya telah meminta seluruh BPBD kabupaten/kota untuk bersiap dan melakukan langkah antisipatif sejak dini. Upaya tersebut meliputi kesiapsiagaan personel, peralatan, serta penguatan koordinasi lintas instansi guna mencegah terjadinya Karhutla.

Selain penurunan curah hujan, BPBD Damkar Riau juga mencatat peningkatan jumlah hotspot di sejumlah daerah. Sebagian titik panas bahkan telah terkonfirmasi sebagai kejadian Karhutla. Oleh karena itu, BPBD mengimbau daerah yang telah memenuhi kriteria agar menetapkan status darurat Karhutla.

BPBD Damkar Riau juga mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurut Jim, kondisi cuaca kering sangat mudah memicu kebakaran yang berpotensi meluas dan menimbulkan kerusakan lingkungan serta gangguan kesehatan.

Hingga awal tahun ini, BPBD Damkar Riau mencatat Karhutla terjadi di 10 kabupaten/kota dengan total luasan mencapai 182,76 hektare. Daerah terdampak meliputi Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Kota Dumai, dan Pekanbaru, dengan temuan 848 hotspot serta 79 titik api.

Komentar