Pemerintah Perketat Pengawasan Pintu Masuk Negara Imbas Kasus Virus Nipah di India

Kesehatan, Nasional143 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Pemerintah memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk negara menyusul meningkatnya kasus virus Nipah di India. Pengawasan difokuskan di bandara dan pelabuhan internasional guna mencegah masuknya penyakit berbahaya tersebut ke Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman, mengatakan pemeriksaan dilakukan menggunakan thermal scanner serta mewajibkan seluruh penumpang internasional mengisi data kesehatan setibanya di Indonesia.

“Di bandara internasional sudah ada thermal scanner, setiap orang yang masuk ke Indonesia wajib mengisi data kesehatan,” kata Aji dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/1/2026). Penumpang yang terdeteksi mengalami gangguan kesehatan akan langsung menjalani pemeriksaan lanjutan.

Aji menjelaskan, hingga kini belum tersedia vaksin maupun obat spesifik untuk virus Nipah. Penyakit zoonosis ini memiliki tingkat fatalitas yang cukup tinggi, terutama pada pasien dengan gejala berat.

“Ini yang memang harus diwaspadai oleh masyarakat. Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis, artinya ditularkan dari hewan ke manusia,” ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kemenkes Widyawati memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus virus Nipah di Indonesia. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi melalui kanal resmi dan media monitoring.

Kemenkes juga telah menerbitkan notifikasi kewaspadaan dini terkait peningkatan kasus virus Nipah di India. Hingga 25 Januari 2026, tercatat lima kasus di India dengan tingkat kematian mencapai 40 hingga 75 persen. WHO menetapkan virus Nipah sebagai priority pathogen, sementara sejumlah negara seperti Thailand dan Nepal turut memperketat pengawasan kedatangan internasional dari wilayah terjangkit.