Pekanbaru (Riaunews.com) – Sejumlah ahli gizi mengungkapkan waktu makan kurma yang dinilai paling tepat untuk membantu menjaga energi dan mendukung kesehatan pencernaan. Kurma dikenal sebagai sumber karbohidrat sederhana yang cepat diurai tubuh, sehingga cocok dikonsumsi pada waktu-waktu tertentu dalam sehari.
Ahli gizi terdaftar sekaligus penulis The Everything Easy Pre-Diabetes Cookbook, Lauren Harris-Pincus, MS, RDN, menyarankan kurma dikonsumsi sebagai camilan sore. Dikutip dari Health, Senin, ia menyebut waktu sekitar pukul 15.00 ideal untuk mengatasi penurunan energi yang umum terjadi pada sore hari.
Sementara itu, ahli gizi Stacey Woodson, MS, RD, LDN, merekomendasikan kurma dikonsumsi sebelum berolahraga. Kandungan karbohidrat pada kurma membantu menyediakan energi bagi otot, sementara kalium di dalamnya mendukung fungsi otot agar tetap optimal selama aktivitas fisik.
Kurma juga dianjurkan dikonsumsi setelah berolahraga. Ahli gizi olahraga Roxana Ehsani, MS, RD, CSSD, menyebut karbohidrat dalam kurma dapat membantu mengisi kembali glikogen otot, terutama jika dikombinasikan dengan protein, serta menggantikan kalium yang hilang akibat keringat.
Selain untuk energi, kurma dinilai baik dikonsumsi di sela-sela waktu makan untuk mendukung pencernaan. Woodson menjelaskan, kandungan serat dalam kurma membantu menjaga ritme pencernaan tetap stabil sepanjang hari tanpa membebani sistem pencernaan.
Meski belum ada waktu spesifik yang dianggap paling ideal untuk semua orang, para ahli menekankan pentingnya menyesuaikan waktu makan kurma dengan aktivitas dan rutinitas harian. Kurma juga disarankan dikonsumsi bersama air atau cairan lain agar manfaat seratnya bekerja lebih optimal dalam saluran pencernaan.
