Menkes Pastikan 31 Rumah Sakit Terdampak Bencana di Aceh Kembali Beroperasi

Kesehatan, Nasional211 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Kesehatan memastikan sebanyak 31 rumah sakit yang terdampak bencana di Aceh telah kembali beroperasi dalam waktu dua pekan pascabencana. Pemulihan dilakukan melalui percepatan revitalisasi layanan kesehatan dengan memprioritaskan layanan krusial yang berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pembukaan layanan dilakukan secara bertahap, namun pelayanan yang menyangkut nyawa tidak boleh terhenti. Keputusan tersebut diambil setelah dirinya meninjau langsung kondisi kerusakan fasilitas kesehatan di lapangan.

Sebanyak 31 rumah sakit terdampak di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara ditargetkan tetap melayani masyarakat meski belum sepenuhnya ideal. Menkes menegaskan layanan gawat darurat dan cuci darah wajib berjalan. Seluruh layanan hemodialisis dilaporkan telah kembali beroperasi.

Menurut Budi, bahkan rumah sakit dengan tingkat kerusakan paling parah kini sudah dapat melayani pasien setelah dipasang instalasi sementara. Ia mengapresiasi kerja cepat relawan, manajemen rumah sakit, serta dukungan BUMN konstruksi dalam mempercepat pemulihan fasilitas kesehatan.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh mencapai 1.112 jiwa per Selasa (23/12/2025). Jumlah tersebut bertambah enam orang dari laporan sebelumnya.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut jumlah korban hilang juga meningkat menjadi 176 orang. Proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan mengerahkan personel dan peralatan sesuai kondisi di lapangan.