Pekanbaru (Riaunews.com) – Ducati menghadapi tantangan besar dalam negosiasi perpanjangan kontrak Marc Marquez setelah sang pembalap menunjukkan performa mengesankan di musim pertamanya bersama pabrikan Italia tersebut. Berbeda dengan kontrak awal yang relatif mudah disepakati, posisi Marquez kini jauh lebih kuat berkat kebangkitannya di lintasan.
Marquez sebelumnya meninggalkan Honda setahun lebih awal dan merelakan lebih dari 20 juta euro demi bergabung dengan Gresini pada 2024 tanpa gaji, hanya untuk mendapatkan akses ke motor Desmosedici. Keputusan itu membawanya bersaing memperebutkan tempat di tim pabrikan pada 2025 dan akhirnya resmi direkrut Ducati.
Musim pertamanya sebagai pembalap resmi Ducati membuat nilai Marquez melonjak kembali. Gajinya diperkirakan sekitar 3 juta euro dengan bonus besar berdasarkan performa, termasuk lebih dari 2 juta euro berkat 11 kemenangannya sebelum cedera, serta tambahan 2 juta euro jika menjadi juara. Ducati pun kini harus menyesuaikan posisi tawar yang jauh lebih kuat dari pembalap 32 tahun tersebut.
Pembicaraan awal antara kedua pihak sudah dimulai sebelum tur Asia dan kemungkinan berlanjut di Valencia setelah perayaan gelar. Namun cedera patah lengan kanan yang membuat Marquez absen di empat balapan terakhir dapat memengaruhi dinamika negosiasi. Meski begitu, Marquez disebut ingin tetap bersama Ducati setidaknya hingga 2028.
Di sisi lain, situasi finansial Ducati dan Audi sebagai perusahaan induk turut menjadi tantangan. Penurunan penjualan Audi serta kebijakan tarif di pasar Amerika Serikat membuat pabrikan Italia itu tidak memiliki kelonggaran finansial seperti Honda atau Yamaha. Kondisi ini dapat membatasi kemampuan Ducati meningkatkan nilai kontrak secara signifikan.
Manajer umum Ducati, Gigi Dall’Igna, menegaskan bahwa kedua pihak akan mencari formula terbaik dalam proses negosiasi. Dengan performa Marquez yang kembali mendekati masa kejayaannya, Ducati harus menemukan keseimbangan antara kondisi finansial perusahaan dan kebutuhan mempertahankan pembalap andalannya.







Komentar