Pasang Rob Genangi Sejumlah Kawasan di Tembilahan, Aktivitas Warga Terganggu

Inhil, Lingkungan333 Dilihat

Tembilahan (Riaunews.com) – Fenomena pasang rob kembali menggenangi sejumlah kawasan di Kota Tembilahan dan Tembilahan Hulu, Sabtu (6/12). Genangan ini mengganggu aktivitas masyarakat serta memperlambat arus lalu lintas di beberapa ruas jalan utama yang terdampak.

Puncak pasang terjadi pada sore hari dengan ketinggian air mencapai 30 hingga 60 sentimeter. Genangan merata di kawasan permukiman dan sejumlah titik vital, terutama di Jalan Baharuddin Yusuf, Jalan Sudirman, Jalan M Boya, serta Jalan Gerilya Parit 6.

Akibat tingginya air, sejumlah pengendara terpaksa menuntun sepeda motor karena mesin kendaraan mati. Beberapa pedagang menghentikan aktivitas jual beli karena lapak terendam. “Hari ini libur jualan di pasar. Lapak banjir, dan di rumah pun air hampir masuk,” ujar Jauhari, salah seorang pedagang yang terdampak.

Jauhari berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi pasang rob yang semakin meningkat setiap tahun. Ia meminta perbaikan drainase dan pengerukan parit agar dampaknya dapat diminimalisir. “Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin Tembilahan bisa tenggelam,” ujarnya.

Sementara itu, petugas BPBD Inhil memantau titik-titik genangan dan memberikan imbauan kepada warga agar waspada saat melintas di jalan yang tergenang. “Rob ini merupakan fenomena pasang rutin. Namun kondisi hari ini menunjukkan peningkatan intensitas. Kami tetap siaga dan berkoordinasi dengan pihak terkait,” kata Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Inhil, Ari Syuria.

Selain melumpuhkan lalu lintas, genangan juga berdampak pada fasilitas umum seperti perkantoran dan rumah ibadah. Menjelang malam, air mulai surut dan aktivitas masyarakat perlahan kembali normal.

Komentar