Ferry irwandi Soroti Minimnya Bantuan, Warga di Tamiang Terpaksa Minum Air Banjir

Daerah, Sosial264 Dilihat

Aceh (Riaunews.com) – Aktivis dan kreator konten Ferry Irwandi mengungkap kondisi memprihatinkan yang dialami warga di daerah terpencil Aceh, khususnya Kabupaten Tamiang dan Kabupaten Simpang, yang terdampak banjir dan longsor masif di Sumatra. Minimnya pasokan bantuan membuat sebagian warga terpaksa mengonsumsi air banjir untuk bertahan hidup.

Informasi tersebut disampaikan Ferry melalui dokumentasi penyaluran donasi bersama tim relawan, Kitabisa, dan Save The Children. Ia menyebut kedua daerah tersebut menjadi lokasi paling terdampak dan hingga kini masih terisolasi. “Kita sampai dapat informasi kalau masyarakat itu minum air banjir, itu yang bikin sedih,” ujar Ferry dalam unggahan akun TikTok @irwandiferry, Sabtu (6/12/2025).

Berbekal laporan warga, Ferry dan tim bergerak menuju lokasi membawa tiga truk bantuan. Salah satunya adalah truk tangki air berkapasitas 4.000 liter yang dilengkapi tandon dan jeriken agar masyarakat dapat mengakses air layak konsumsi. Satu truk telah lebih dulu masuk ke wilayah terdampak untuk mempercepat distribusi.

Truk lainnya membawa berbagai kebutuhan mendesak, mulai dari makanan siap saji, perlengkapan dapur, matras, selimut, kebutuhan anak, hingga makanan pendamping ASI (MPASI) untuk bayi. Tim juga menyertakan paket pembalut dan kebutuhan dasar lainnya setelah melakukan kurasi berdasarkan informasi dari masyarakat lokal.

Ferry menegaskan bahwa seluruh bantuan yang dibawa merupakan hasil penyesuaian dari laporan kebutuhan lapangan agar distribusi lebih tepat sasaran. “Ini kita kurasi berdasarkan info dari masyarakat, jadi biar tepat dan lebih efektif bantuannya,” katanya.

Situasi di Kabupaten Tamiang dan Kabupaten Simpang kini menjadi perhatian publik menyusul laporan keterisolasian dan lambatnya bantuan masuk. Kondisi ini mempertegas bahwa wilayah terpencil membutuhkan penanganan lebih prioritas untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.