Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan memulai restorasi cagar budaya Rumah Singgah Tuan Kadi yang berada di Kelurahan Kampung Bandar, Kecamatan Senapelan. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan keaslian bangunan bersejarah yang telah berdiri sejak ratusan tahun lalu dan menjadi salah satu ikon warisan budaya kota.
Menariknya, restorasi tersebut dilakukan tanpa menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menjelaskan bahwa Pemko menggandeng Bank Indonesia (BI) sebagai mitra kolaboratif. Melalui kerja sama ini, BI memberikan dukungan dana sebesar Rp800 juta untuk mendukung proses restorasi.
Pekerjaan restorasi direncanakan dimulai pada awal pekan depan. Pemulihan mencakup perbaikan berbagai bagian bangunan tanpa mengubah bentuk aslinya. Selain itu, beberapa perabotan klasik khas rumah singgah Sultan Siak akan dikembalikan untuk menjaga nilai sejarah dan autentisitas bangunan tersebut.
Agung menyampaikan bahwa Rumah Singgah Tuan Kadi ke depannya diharapkan menjadi cagar budaya ikonik sekaligus wajah baru Kota Pekanbaru. Ia menambahkan, setiap malam Minggu kawasan tersebut telah menjadi panggung kreatif Melayu, ruang yang mempertemukan masyarakat dalam suasana budaya yang hidup.
Langkah ini, menurutnya, menjadi bukti komitmen Pemko dalam membangun Pekanbaru sebagai kota yang berbudaya, maju, dan sejahtera. Restorasi Rumah Singgah Tuan Kadi diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal sekaligus menarik minat wisatawan.







Komentar