Indonesia–Turki Siapkan Perluasan Kerja Sama Kebudayaan Lewat Jaringan Museum DKI

Budaya, Internasional124 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Pemerintah Indonesia dan Turki berencana memperluas kerja sama di bidang kebudayaan bersamaan dengan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Rencana ini disampaikan oleh Kepala Unit Pengelola Museum Seni, Sri Kusumawati, pada Selasa (18/11/2025).

Sri atau Ati menjelaskan bahwa pembahasan awal dilakukan bersama Kepala Pusat Kebudayaan Turki di Indonesia, yang telah meninjau fasilitas di Museum Tekstil. Kerja sama tersebut direncanakan mencakup 10 hingga 11 museum yang berada di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Ati, bentuk kolaborasi yang dijajaki mencakup pertukaran keilmuan, penyelenggaraan seminar bertema kebudayaan, hingga pameran bersama antara Indonesia dan Turki. Ia menyebut peluang kolaborasi cukup luas mengingat kedua negara memiliki warisan sejarah yang panjang.

Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, menegaskan bahwa fondasi kerja sama ini berakar pada hubungan historis mendalam yang telah terjalin sejak masa Kesultanan Ottoman. Ia menyebut, Konsul Jenderal Ottoman pertama di Batavia telah mengirimkan berbagai laporan diplomatik ke Istanbul, dan seluruh dokumen tersebut masih tersimpan dengan baik di arsip Ottoman.

Talip menilai dokumen sejarah itu dapat dimanfaatkan untuk memperkaya studi sosial, ekonomi, maupun politik terkait Indonesia. Ia menegaskan bahwa hubungan kedua negara selayaknya dibangun di atas koneksi historis yang kuat tersebut.

Talip juga mengingatkan bahwa Turki merupakan salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada 1949, sebelum kemudian mengirimkan duta besar pertamanya ke Jakarta pada 1957. Dengan dasar sejarah ini, ia berharap kerja sama kebudayaan dapat berkembang semakin luas dan konkret.