Pekanbaru (Riaunews.com) – Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru, Jalan HR Soebrantas, Rabu (12/11/2025) pagi. Aksi ini digelar untuk memprotes putusan Peninjauan Kembali (PK) yang dinilai cacat hukum dan berpotensi mencederai rasa keadilan masyarakat.
Pantauan di lokasi menunjukkan, aksi dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan orasi dan penyampaian sejumlah tuntutan. Suasana yang awalnya tertib sempat memanas ketika perwakilan PTUN tak kunjung menemui massa. Beberapa peserta aksi bahkan menggedor pagar kantor sambil meneriakkan yel-yel protes. Namun kondisi tetap terkendali berkat koordinasi antara koordinator lapangan dan aparat kepolisian yang berjaga.
Dalam orasinya, massa menuntut Mahkamah Agung (MA) agar memeriksa dan mengadili Ketua PTUN Pekanbaru yang dianggap meloloskan PK bermasalah dan melanggar Pasal 132 ayat (1) serta Peraturan Mahkamah Konstitusi Nomor 24 Tahun 2024. Mereka juga meminta KPK dan Kejaksaan Agung RI menindak oknum di PTUN, BPN, dan MA yang diduga terlibat dalam pelolosan PK tersebut.
Selain itu, massa menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto memberantas praktik mafia tanah di lingkungan pejabat PTUN, BPN, dan MA. “Kami datang menuntut keadilan dan meminta agar mafia tanah benar-benar diberantas,” kata salah satu orator aksi. Mereka juga mengancam akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar jika tuntutan tak direspons.
Sekitar pukul 10.30 WIB, Wakil Ketua PTUN Pekanbaru Tri Cahya Indra Permana keluar menemui massa dari balik pagar untuk memberikan penjelasan. Namun, tanggapannya dinilai tidak memuaskan sehingga memicu perdebatan. “PTUN Pekanbaru seolah tidak mau menerima kritik. Jawaban yang diberikan justru menimbulkan kesan arogan dan tertutup,” ujar Wisnu, salah seorang perwakilan massa.
Meski sempat tegang, situasi berhasil diredam setelah Kapolsek Tampan meminta perwakilan aksi untuk mengajukan surat audiensi resmi. Massa pun membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 11.40 WIB, sembari menegaskan akan melanjutkan aksi ke tingkat nasional jika tuntutan mereka tidak ditanggapi.
