Kanada Tegaskan Komitmen Dukung Program Prioritas Pemerintahan Prabowo

Jakarta (Riaunews.com) – Duta Besar Kanada untuk Indonesia, Jess Dutton, menegaskan komitmen negaranya untuk terus menjadi mitra terpercaya bagi Indonesia dengan mendukung program-program prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut Kanada siap berperan aktif dalam memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan, energi, sumber daya manusia, dan modernisasi pertahanan.

“Ketika kami melihat prioritas pemerintahan saat ini, Kanada berkomitmen mendukung prioritas tersebut. Dalam hal ketahanan pangan, energi, pengembangan SDM, dan pertahanan, Kanada memiliki teknologi dan keahlian utama di setiap bidang tersebut — dan itulah yang ingin kami kembangkan,” ujar Dutton dalam wawancara khusus dengan Antara di Jakarta, Senin (10/11/2025).

Kanada diketahui menjadi pemasok utama gandum untuk industri mie instan Indonesia serta kalium yang digunakan dalam produksi pupuk. Di bidang energi, Kanada telah menanamkan investasi lebih dari 400 juta dolar AS atau sekitar Rp6,67 triliun untuk mendukung transisi energi bersih, termasuk proyek energi panas bumi, tenaga surya, tenaga angin, dan sistem transmisi.

“Kami juga merupakan bagian dari Just Energy Transition Partnership (JETP), dan Kanada menjadi salah satu anggotanya,” ujar Dutton. Selain itu, Kanada juga menjajaki kerja sama di bidang energi nuklir, mengingat posisinya sebagai negara dengan teknologi nuklir maju.

Dutton menambahkan, Kanada turut mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui kerja sama di sektor kesehatan, nutrisi perempuan, dan pendidikan. Menurutnya, peningkatan kapasitas tenaga kerja menjadi kunci bagi masa depan kemitraan strategis kedua negara.

Ia menyebut hubungan bilateral Kanada–Indonesia kini berada pada titik terbaik dalam beberapa dekade terakhir. Kunjungan Presiden Prabowo ke Ottawa pada September 2025, yang disambut langsung oleh Perdana Menteri Kanada Mark Carney, disebut menjadi tonggak baru kerja sama kedua negara. “Perjanjian ICA-CEPA yang telah ditandatangani diharapkan dapat diratifikasi pada akhir 2026 dan menjadi dasar pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” tutupnya.