Pemerintah Indonesia Tunggu Hasil Negosiasi Dagang Sebelum Lanjutkan Impor Minyak dari AS

Jakarta (Riaunews.com) – Pemerintah Indonesia masih menunggu hasil negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) sebelum melanjutkan rencana impor minyak dan LPG dari negara tersebut. Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, di Jakarta, Selasa (4/11/2025).

“Ya nanti kita akan bahas sesudah perjanjian itu ditandatangani,” ujar Airlangga.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan beberapa alternatif skema kerja sama terkait impor bahan bakar energi dari AS. Namun, rincian mengenai bentuk kerja sama tersebut belum dapat dipublikasikan. “Sudah ada alternatif, nanti kita bahas,” tambahnya.

Rencana impor ini sebelumnya dikaitkan dengan potensi nilai pembelian hingga US$ 15 miliar atau setara sekitar Rp 244 triliun (dengan asumsi kurs Rp 16.272 per dolar AS). Nilai itu akan sangat bergantung pada kesepakatan tarif dan syarat perdagangan yang masih dinegosiasikan.

Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan alokasi belanja energi sebesar US$ 10–15 miliar khusus untuk pembelian minyak dan LPG dari AS.

“Kami dari ESDM sudah mengalokasikan sekitar US$ 10-15 miliar untuk belanja di Amerika. Kalau tarifnya juga diturunkan. Tapi kalau enggak, berarti kan enggak ada deal dong? Nanti kita lihat lagi ya,” ujar Bahlil di Gedung DPR RI, Senin (14/7/2025).

Rencana kerja sama energi ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional, sekaligus memperluas kemitraan dagang strategis dengan AS di sektor energi.