Begini Struktur dan Mekanisme Kerja SIM-Card dalam Sistem Telekomunikasi Bergerak

Gadget198 Dilihat

Oleh, S.N.M.P. Simamora,

Dosen IDE LPKIA Bandung, Alumni Departemen Elektroteknik ITB Bandung

Dalam terminology telekomunikasi bergerak, sebuah perangkat telepon (yang diistilahkan dengan MS, mobile-station) terbagi atas ME, mobile-equipment dan SIM-card. Kata ‘SIM’ merujuk pada Subscriber Identity Module. Nomor pelanggan diidentifikasi dengan SIM-card, dimana berdasar Permenkominfo Nomor 12 Tahun 2016 yang kemudian dipertegas dengan Permenkominfo Nomor 14 Tahun 2017, yang mulai berlaku efektif 31 Oktober 2017; bahwa harus didaftarkan menggunakan satu KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan satu KK (Kartu Keluarga). Komponen mobile-equipment ini yang umum diistilahkan dengan perangkat atau pesawat telepon.

Gambar 1: Layout SIM card secara umum (Dok. cdn.amphenol-cs.cn)

Berdasar Gambar 1, terdapat tiga jenis SIM-card yang disesuaikan dengan pola slot dalam mobile-equipment. Nomor 1 disebut SIM-card jenis Nano, umumnya dimasukkan dari sebelah sisi mobile-equipment. Nomor 2 disebut SIM-card jenis Micro, umumnya dimasukkan di dalam mobile-equipment; sama halnya dengan Nomor 3 yang di awal peluncuran teknologi seluler bentuk permulaannya. Nomor 3 disebut juga SIM-card jenis Mini.

Gambar 2 Layout setiap pad pada SIM-card secara umum (Dok.cdn.amphenol-cs.cn)

SIM-card memiliki delapan pad Pin-komponen (namun beberapa bisa tidak digunakan tergantung jenis SIM-card), seperti ditunjukkan pada Gambar 2. Pada terdiri dari C1 sampai dengan C8 lebih spesifiknya diuraikan pada Tabel.2. Untuk C4 dan C8 statusnya tidak digunakan. Hal terpenting pada SIM-card adalah kemampuan microcontroller-nya. Pada SIM-card berisikan chip IC (Integrated Circuit) yang terdiri dari microprocessor, Random Access Memory (RAM), dan Read-Only Memory (ROM).

Ilustrasi sebuah SIM-card bekerja yakni: saat pelanggan seluler (subscriber) ingin menggunakan layanan provider, subscriber memasang kartu SIM-card dan memberikan Nomor Identifikasi Pribadi (PIN, Personal Identification Number; bila diaktifkan), yang akan dibandingkan dengan PIN yang tersimpan di dalam kartu SIM-card. Jika subscriber memasukkan tiga kode PIN yang salah, SIM-card akan dinonaktifkan. PIN juga dapat diabaikan secara permanen oleh provider, jika diminta oleh subscriber. Menonaktifkan kode PIN menyederhanakan pengaturan panggilan tetapi mengurangi perlindungan akun pengguna jika kartu SIM-card dicuri bahkan di-hack.

Setiap MS diidentifikasi oleh nomor identifikasi unik yang disebut International Identification Number (IMEI), yang disimpan secara permanen di ME. Atas permintaan, MS mengirimkan nomor ini melalui saluran sinyal ke MSC, Mobile Switching Center. IMEI juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi ME yang dilaporkan dicuri atau beroperasi secara tidak benar.

SIM-card adalah komponen yang dapat dilepas dari ME dan tidak bergantung pada jenis mobile-equipment. Koneksi antar SIM-card dilakukan dengan teknik komunikasi serial. Hanya satu pin I/O yang tersedia pada konektor datar SIM-card. Transfer data input dan output terjadi melalui pin ini. Komunikasi dua arah ini disebut duplex, tetapi karena melalui satu kabel, komunikasi ini umumnya disebut half-duplex. Kecepatan transfer data masing-masing adalah berkisar pada rate 9,6 sampai 500 kbps untuk SIM-card lama dan modern.

Pembuatan dan desain SIM-card (Subscriber Identity Module) merujuk pada standar teknologi internasional yang ditetapkan oleh beberapa lembaga utama, seperti: ISO/IEC 7816 Series, ETSI (European Telecommunications Standards Institute), dan 3GPP (3rd Generation Partnership Project). Dengan demikian SIM-card yang beredar di Indonesia oleh setiap provider telekomunikasi bergerak telah sesuai dengan standar global dan compatible dipasang pada semua mobile-equipment.

Komentar