Red Bull Bangkit: Dua Kemenangan Beruntun Pulihkan Kepercayaan Diri Tim dan Verstappen

Motorsport452 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Red Bull Racing kembali menunjukkan taringnya. Setelah musim yang sempat goyah dengan hasil mengecewakan, dua kemenangan dominan di Italia dan Azerbaijan mengembalikan atmosfer kejayaan ala musim 2023.

Beberapa minggu sebelumnya, performa seperti itu terasa mustahil. Di Hungaria misalnya, Max Verstappen hanya mampu finis di posisi kesembilan, bahkan kalah cepat dari Racing Bulls yang dikemudikan Liam Lawson. Situasi itu sempat memicu rapat krisis internal di Bahrain awal musim ini.

Namun, jeda musim panas membawa perubahan signifikan. Menurut penasihat tim Helmut Marko, perbaikan datang dari lantai mobil baru dan pendekatan kerja yang berbeda. Verstappen pun mengaku kini lebih mudah menemukan “jendela ideal” RB21 tanpa harus banyak melakukan eksperimen radikal selama akhir pekan balapan.

“Kami tidak perlu melakukan banyak hal pada mobil lagi. Itu membuatnya lebih stabil untuk dikerjakan,” ujar Verstappen di Baku. Meski enggan terlalu dini membicarakan perebutan gelar, ia mengakui hasil positif ini membuat atmosfer tim jauh lebih baik.

“Kami sudah mengalami masa-masa indah bersama, jadi ketika melewati periode sulit, tentu tidak menyenangkan. Tapi ketika semuanya mulai kembali berjalan baik, itu terasa lebih manis,” tambahnya.

Aspek mental, menurut Verstappen, sama pentingnya dengan teknis. Kemenangan membuat seluruh kru kembali percaya diri, termasuk direktur teknis Pierre Wache yang sebelumnya berada di bawah tekanan publik. Bahkan, Verstappen sempat berseloroh bahwa Wache kini bisa “merokok satu batang lebih sedikit per akhir pekan” karena beban yang mulai berkurang.

Prinsipal tim Laurent Mekies juga ikut memberi dukungan moral. Ia secara simbolis mengirim dua sosok teknis yang dikritik—Paul Monaghan di Baku dan Pierre Wache di Monza—ke podium bersama tim. Gestur itu bukan hanya perayaan kemenangan, tetapi juga penegasan bahwa Red Bull kembali solid menghadapi sisa musim.