Austin (Riaunews.com) – Pembalap Ducati Lenovo Team, Marc Marquez, mengaku masih merasakan nyeri di sekujur tubuh setelah mengalami kecelakaan berkecepatan tinggi pada sesi latihan MotoGP Amerika Serikat di Circuit of the Americas (COTA), Austin.
Dilansir dari Motorsport, Marquez terjatuh di Tikungan 10 saat melaju dengan kecepatan lebih dari 190 km/jam. Ia kemudian meluncur hingga menghantam air fence, yang sempat memicu penghentian sesi dengan bendera merah.
Tetap Fit dan Langsung Kompetitif
Meski mengalami insiden keras, Marquez dinyatakan fit oleh tim medis dan kembali turun ke lintasan. Bahkan, juara dunia tujuh kali itu mampu tampil impresif dengan mencatat waktu tercepat pada sesi Practice sore hari dan langsung mengamankan tiket ke Q2.
Namun demikian, ia mengakui dampak kecelakaan masih terasa, terutama di bagian punggung dan leher, yang berpotensi memengaruhi performanya sepanjang akhir pekan.
Marquez menjelaskan kecelakaan terjadi akibat kesalahannya sendiri yang terlalu optimistis saat melibas Tikungan 10. Ia juga menyoroti adanya gundukan baru di lintasan yang mengubah karakter tikungan tersebut.
Menurutnya, perubahan itu membuat tikungan favoritnya menjadi lebih sulit dikendalikan pada kecepatan tinggi.
Minta Perluasan Area Keselamatan
Selain itu, Marquez meminta pihak penyelenggara untuk memperluas area run-off di Tikungan 10. Ia menilai area keselamatan saat ini terlalu sempit untuk tikungan cepat dengan kecepatan mendekati 200 km/jam.
Penambahan area run-off diharapkan dapat mengurangi risiko benturan keras ke dinding, sekaligus meningkatkan keselamatan pembalap di masa mendatang.
