Meski Anggaran Terbatas, Pemprov Riau Tetap Komitmen Perbaikan Jalan

Spesial Riau, Utama272 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Gubernur Riau Abdul Wahid menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk terus membangun dan memperbaiki infrastruktur jalan, meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Penegasan ini sekaligus menjawab kebutuhan mendesak masyarakat akan akses jalan yang lebih baik di berbagai wilayah.

Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) saat ini memfokuskan percepatan pembangunan di dua ruas utama, yakni Air Molek–Simpang Japura serta Rengat–Kuala Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu. Sejumlah bagian sudah difungsikan, sementara pengerjaan lanjutan terus dikebut di lapangan.

Pada ruas Rengat–Kuala Cenaku dengan panjang 27,13 kilometer, badan dan bahu jalan telah difungsikan sepanjang 11 kilometer, dari STA 03+900 hingga STA 14+900. Pekerjaan kini berlanjut di STA 14+900 dengan fokus patching agregat material Base B untuk memperkuat konstruksi dasar sebelum tahap pengerasan akhir.

Sementara di ruas Air Molek–Simpang Japura, pengerjaan drainase telah berjalan sepanjang 140 meter dari rencana total 200 meter. Pemasangan menggunakan besi berdiameter 12 dan 10, lantaran saluran lama berukuran kecil dan kerap tersumbat, sehingga air meluap ke badan jalan dan mengganggu lalu lintas.

Kepala Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau, Arief Setiawan, menyebut percepatan pembangunan ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperbaiki konektivitas. “Dengan fungsionalnya ruas jalan ini, masyarakat lebih mudah beraktivitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.

Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah IV, Ludfi Hardi, menambahkan pihaknya melakukan pengawasan ketat agar setiap tahapan berjalan sesuai jadwal dan standar teknis. “Kehadiran jalan yang layak sangat dirasakan manfaatnya, terutama memperlancar distribusi hasil pertanian dan komoditas lainnya,” ujarnya.

Upaya ini disebut sebagai wujud nyata komitmen Gubernur Abdul Wahid untuk mengutamakan pembangunan infrastruktur esensial, khususnya jalan, dengan manajemen anggaran yang cerdas dan efisien.