Universitas Widya Mataram Keluarkan Pernyataan Sikap Mengenai Gelombang Demonstrasi Nasional

Daerah273 Dilihat

Yogyakarta (Riaunews.com) – Universitas Widya Mataram (UWM) menyampaikan pernyataan sikap terkait situasi nasional yang diwarnai gelombang demonstrasi di berbagai kota besar. Kampus ini menilai aksi massa yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka berpotensi menimbulkan eskalasi lebih besar bila pemerintah tidak segera menangani akar persoalan.

Dalam pernyataannya, UWM meminta para demonstran menjaga ketertiban serta menghindari perusakan dan penjarahan. UWM juga mengingatkan agar aksi yang mulanya tulus untuk kepentingan bangsa tidak disusupi pihak yang ingin memicu kerusuhan. “Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tegas pernyataan tersebut.

UWM juga mendesak aparat kepolisian dan petugas keamanan agar tidak bersikap represif dalam menghadapi massa. Menurut UWM, mahasiswa dan masyarakat yang turun ke jalan merupakan bagian dari elemen bangsa yang perlu dihargai aspirasinya. Tindakan kekerasan aparat dinilai hanya akan memperburuk keadaan dan merugikan negara.

Lebih lanjut, UWM menyesalkan tindakan Brimob yang menyebabkan korban meninggal, seperti Affan Kurniawan di Jakarta dan Rheza Sendy Pratama di Yogyakarta. UWM menuntut pengusutan terbuka serta pemberian hukuman setimpal kepada pelaku. Kampus ini menegaskan pengusutan tidak boleh dipengaruhi semangat korps yang menutup-nutupi kesalahan aparat.

Dalam pernyataan tersebut, UWM juga menilai pemerintah tidak tegas dan gagal menyelesaikan persoalan dari hulu. Menurut UWM, demonstrasi yang marak terjadi berakar dari tata kelola pemerintahan yang sarat KKN, tidak efisien, dan minim kajian mendalam. UWM menuntut Presiden segera mengambil langkah cepat, tepat, dan terukur untuk memulihkan kepercayaan publik.

Selain itu, UWM mendorong reformasi institusi kepolisian agar kembali pada marwahnya sebagai pengayom masyarakat. UWM juga mendesak pemerintah memangkas tunjangan pejabat yang berlebihan, merampingkan kelembagaan, serta menunda pembentukan kementerian baru. “Momentum ini harus menjadi kesempatan Presiden untuk memperbaiki Polri dan memperkuat tata kelola pemerintahan,” tulis UWM dalam pernyataannya.

Komentar