Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mendesak negara-negara Islam memboikot partisipasi Israel dalam Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang. Fidan menyampaikan seruan itu dalam pertemuan para Menlu Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Arab Saudi, Senin (25/8/2025). Pertemuan tersebut menekankan penghentian perang, penguatan solidaritas umat Islam, dan mendorong aksi komunitas internasional.
Fidan meminta negara-negara Islam menggunakan momentum dukungan internasional bagi Palestina dengan meluncurkan inisiatif keanggotaan penuh Palestina di PBB sekaligus menangguhkan Israel dari Majelis Umum. Ia menyebut seruan itu sebagai preseden, merujuk pada kasus Afrika Selatan pada 1974 ketika kredensialnya ditolak akibat politik apartheid.
Menurut Piagam PBB, penangguhan atau pengusiran anggota dimungkinkan jika negara tersebut konsisten melanggar prinsip dasar organisasi. Namun, langkah itu berpotensi sulit karena Amerika Serikat sebagai sekutu utama Israel memiliki hak veto di Dewan Keamanan. Meski demikian, Fidan menekankan opsi blokir partisipasi Israel tetap bisa dilakukan melalui mekanisme kredensial Majelis Umum.
Komunitas internasional menilai Israel telah melanggar piagam PBB dan melakukan kejahatan perang. Agresi militer Israel di Gaza di bawah pemerintahan Benjamin Netanyahu dituding menargetkan warga sipil serta fasilitas yang dilindungi hukum internasional. Blokade dan pembatasan ketat bantuan kemanusiaan turut memperburuk krisis kemanusiaan yang berlangsung di wilayah tersebut.
